Jadi keterusan gara-gara habis posting yang ini (kalo belum baca, silakan baca biar nyambung hehe).
Kali ini aku pingin bicara tentang KOMENTAR, REPLY, atau apapun istilahnya dalam sebuah blog.
Aku tidak tahu dengan orang lain, tetapi setiap kali aku selesai memasukkan sebuah postingan di blog, dimulailah sebuah proses yang sangat mendebarkan hati. Proses ini semakin lama semakin membuat aku merasa ketagihan blogging.
Menanti datangnya reply....
Waktu dimana adrenalin mendesak keluar tanpa bisa kucegah. Dan ketika sebuah reply masuk (kadang yang diperlukan hanya sebuah saja lho) dada dan pikiran rasanya sudah siap meledak terbang kedalam sensasi yang dahsyat. Haru, surprised, exciting semua bercampur jadi satu dan itu semua terjadi bahkan sebelum aku membaca isi replynya.
Kenapa,
Karena aku posting untuk berbagi....
Karena aku posting untuk terhubung dengan manusia lain yang bersedia merasakan sensasi yang sama dengan apapun itu yang kurasakan dan kutuangkan dalam bentuk tulisan, cerita, foto atau lainnya...
Dan karena sebuah reply menjadi wujud dari sebuah berita gembira tercapainya hal ini.
Karena sebuah postingan di blog adalah cerminan yang tertuang dari satu hati...
Dan ketika datang reply, itu adalah bukti bahwa sekarang ada lebih dari satu hati yang bercermin bersama-sama, menuangkan rasa secara bersama-sama. Rasanya postingan jadi milik bersama. Semakin banyak hati dan rasa yang terlibat didalamnya, maka akan terasa semakin dalam maknanya...
Bukan hanya sebagai pihak yang memosting, tetapi si adrenalin ini rupanya mendesak juga setiap kali aku baca postingan blog seseorang (apalagi teman!). Jari-jari rasanya tak terkontrol ingin ketikkan saja reply atau komentar untuk si postingan yang baru terbaca. Dengan nuansa tak sabar ingin cepat-cepat mengabarkan kepada si pemilik postingan, bahwa “heeyyy aku sudah baca postinganmu!”
Hahahaha....dudul ya? :-D
Nggak heran ada teman yang sempat menjuluki aku “komentator”, karena saking sukanya meninggalkan komentar di blog-blog orang, bahkan yang belum kenal sekalipun :-D
It’s quite weird, mengetahui bahwa ternyata sungguh dalam arti sebuah komentar ya... (atau aku saja yang sedang dudul lagi puitis?? entahlah...yang jelas barusan tadi aku memang typeless nggak bisa komentar apa-apa waktu baca postingan ini, itupun masih kutinggalkan komentar berisi kata-kata “typeless” didalamnya hihihihi) :-D
:::::.....
P.S. :
- Mas Vadin, maaf juga untuk linknya, kalo bahasa Ngawi ini namanya “payback time” :-D
- Untuk semua orang dimanapun saja yang pernah (apalagi suka) meninggalkan komentar di postingan2ku, tiada kata lain yang lebih pantas selain TERIMAKASIH, sungguh, semua sudah membuat hidupku lebih berwarna dan bermakna!
- Tuh