Tampilkan postingan dengan label lebaran2008. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran2008. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Oktober 2008

CaLeb Nomor 3


kalo jatuh?? ya terkekeh-kekeh riang!!

**dasar**

Catatan Lebaran Nomor 3

:::::.....
Kamis, 2 Oktober 2008
Dari pagi rumah Kakung sudah penuh tamu, dari karyawan sampai saudara dan tetangga. Rencana balik ke Surabaya pagi-pagi jadi tertunda, yah mumpung ketemu banyak saudara. Akhirnya baru jam 11 siang kita berangkat balik Surabaya. Di perjalanan, mampir-mampir dulu dirumah Pakdeku dan keluarga mertuanya Tante Ulfa (adiknya Mas Iwan) di Pare. Nyaris maghrib baru nyampe di Surabaya, nggak pake pulang langsung merapat ngepos di Karah, rumah mertua. Habis maghrib, rumah mertuapun penuh dengan tamu! Akhirnya kita memilih menemui tamu dulu, dan hanya berlebaran dirumah Pakde suami dekat rumah.

Jumat, 3 Oktober 2008
Karena posisiku dan Mas Iwan termasuk ‘muda’ maka sudah bertahun-tahun lamanya aku nyaris nggak pernah open house dirumah sendiri. Setiap lebaran, waktu yang paling banyak kami habiskan adalah di jalan. Berkunjung ke saudara-saudara, juga beberapa orang yang walaupun bukan saudara tapi sudah kami anggap orangtua sendiri. Kalau lagi nggak dijalan, pastinya kami ngepos di rumah mertua, karena dengan begitu kamu juga bisa bertemu saudara-saudara yang banyak berlebaran kesitu. Karyawan2 juga sudah pada hapal, dan akhirnya memilih menemui kami dirumah mertua.
Jadi setiap pagi, sehabis sarapan kami sudah njogrok dirumah mertua. Malamnya, sekitar jam 9 dan anak-anak –biasanya- sudah pada tidur, baru kita pulang. Sesampai dirumah akupun langsung umek pekerjaan rumah, mencuci, setrika, beres-beres dlsb. Besok paginya, kami sudah balik lagi kerumah mertua lagi. Begitu seterusnya.

:::::.....

Sekarang mari kita lihat foto-foto dibawah. Lihat betapa kami semua adalah tamu-tamu yang sangat manis ketika berlebaran... :-D

Jumat, 10 Oktober 2008

CaLeb Nomor 2


begitu diajak mainan kamera hp, langsung melek, setor gaya pose dudul :-p

Catatan Lebaran Nomor 2.

Tulungagung, 1 Oktober 2008 (1 Syawal 1429 H)

Kita sholat ied di pelataran Kantor Pemda Tulungagung. Well, itu resminya sih, karena pada prakteknya, karena membludaknya jamaah sholat Ied akhirnya kita kebagian tempat sholat di jalan raya, sekitar 100 meter arah Utara dari pagar kantor Pemda, pas didepan SMPN 1 Tulungagung.
Akhirnya kesempatan deh, cerita-cerita pun meluncur dari bibirku ke anak-anak, bahwa ini lho sekolahku dulu. Bukan hanya aku, kedua adik cowokku pun sekolah disini. Bahkan, Kakungpun juga alumni SMPN 1 Tulungagung. “Kok Uti nggak sekolah disini sih??” komentar Bea. Hehe... Uti dulu memang alumni SKKP – SKKA (Sekolah Ketrampilan Keluarga, sekarang jadi SMK).

Sehabis sholat Ied, acara sungkeman seperti biasa banjir air mata haru biru. Dan seperti biasa, tiap kali melihat ada orang dewasa menangis (entah menangis karena apa), Sena selalu ikut-ikutan menangis. Sampe histeris dan berakhir muntah. Oalah Nduk... Sampe ponakankupun kok ya nurun aku mewekannya :-D

Agak siang, kita pun mulai bersafari Lebaran. Ke rumah nenekku yang tinggal satu-satunya (ibunya Ibuku). Kerumah buyut-buyutku yang masih ada 3 orang (padahal generasi nenek udah tinggal 1, tapi generasi buyutku masih ada 3 orang lho, walaupun bukan buyut langsung) yang berarti juga nenek cicit (canggah) dari anak-anak dan ponakanku. Rata-rata mereka sudah berusia 80-90 tahun dan hidup alami di pedesaan atau pegunungan. Seharian itu kami menghabiskan waktu kumpul saudara dan keluarga besar, ngobrol sana-sini terutama tentang gaya hidup modern yang membuat manusia sekarang susah berumur panjang, kami baru pulang kerumah Kakung sore hari, gempooorrr :-D

Malamnya, Kakung mulai open-house, dan hampir tengah malam ketika akhirnya kami semua bisa terlelap, bukan hanya gempor tapi mungkin juga tidur dengan mulut ngowoh dan ngiler tanpa kami sadari, saking capeknya badan kami semua hehehe.

Alhamdulillah, bersyukur sekali bahwa lebaran kami kali ini adalah lebaran yang diimpikan semua orang, dimana kami bisa berkumpul dengan keluarga dalam keadaan sehat wal afiat. Subhanallah...

CaLeb Nomor 1


lampu tidur berbentuk kapal layar, dengan banyak filusuf didalamnya (diterangkan Uti di suratnya) dan ada jam nya juga :-)

ini akan jadi hadiah berkesan buat Abe, sekarang sudah nangkring dikamar Abe tuh :-)

:::::.....

Hehe. Judul postingannya terinspirasi banget oleh banyaknya spanduk partai dan caleg yang bertebaran sekarang ini. Sebenarnya sudah berniat posting catatan lebaran (caleb) dari beberapa hari lalu, tapi kok aku malah keasyikan ya, njogrok komen-komen di MP temen-temen yang rata-rata juga lagi seru posting seputar lebaran?? Hehe...jadi aku puas-puasin dulu deh komen2nya, sebelum nanti disibukkan reply komen2 di MP sendiri :-D

Ok, here it is, Catatan Lebaran 2008 kami sekeluarga.

Minggu, 28 September 2008
Mas Iwan pulang dari umroh Ramadhan. Bersyukur sekali karena dalam 2 tahun terakhir ini, umrah Ramadhannya bisa usai beberapa hari sebelum lebaran. Sebelumnya, beberapa kali malam takbiran selalu menjadi malam yang nelangsa buatku. Seumur hidupku, yang namanya malam takbiran kan selalunya meriah dan menjadi momen kumpul keluarga. Sedangkan waktu-waktu itu, rumah sudah sepi karena mbak2 sudah mudik, sementara Mas Iwan baru pulang umroh di hari lebaran, bahkan pernah H+2 dia baru pulang ke tanah air. Begitu anak-anak sudah pada tidur, rasanya nelangsa banget ketika menggelar sajadah dan melantunkan takbir dalam kesendirian.
Oya.. Berhubung ini hari kepulangan Mas Iwan dari umroh, dan sekaligus hari terakhir sebelum Mbak mudik, sorenya kita pun memutuskan untuk berbuka puasa buffet di Agis Restoran deket rumah. Rame-rame sama Mbah-Abah, dan sepupu Raka beserta ortunya Om Agus-Tante Ulfa.

Senin, 29 September 2008
Pagi-pagi cukup heboh waktu mbak Pin dan mbak Prapti pamit untuk mudik. Ada yang baru, si Bea alias ponirah, lha kok pake nangis terharu biru segala ketika melepas mbaknya pergi. Lucu juga lihat dia begini karena sebelum2nya nggak pernah. Hihihihi aku jelas geli sekaligus bangga dong, sifaktu yang mewekan rupanya sudah mulai kelihatan sukses kuturunkan pada generasiku selanjutnya hehe.
Kukira, hari itu kami berempat hanya akan menghabiskan waktu kruntelan saja dirumah seharian. Eh, ternyata Mas Iwan sudah langsung ngantor! Sempat aku protes, wong baru pulang kok nggak istirahat saja, tapi katanya hari itu sudah dijadwalkan ketemu Om Rendra dan Tante Dwi (akuntan kantor) untuk tutup buku bulanan.

Selasa, 30 September 2008
Hari terakhir puasa, Abe semangat sekali. Kenapa? Apalagi kalau bukan karena dimatanya sudah mulai menari-nari berbagai macam hadiah yang dijanjikan semua orang bila puasanya pol. Mulai dari Abah-Mbah Sul, Kakung-Uti sampe Bapak-Ibuk semua sudah menjanjikan hadiah untuknya. Belum lagi uang saku yang selama bulan puasa tidak diambil Abe, sudah Ibuk kumpulkan juga dan siap diserahkan begitu lebaran. Wah! Panen ya Abe!
Lebih dari itu, Bapak-Ibuk tentu bangga sekali Abe sudah bisa penuh puasanya, padahal belum juga genap 7 tahun usianya. Semoga Abe jadi anak sholeh dan kelak menjadi manusia yang bertakwa ya Nak...
Hari ini kita juga mudik ke Tulungagung. Dijalan semua pada lemes karena suhu diluar panasssss sekali! Untung jalanan mudik sepi dan sangat lancar, kurang dari 3 jam kita sudah sampai di Tulungagung. Oya, yang fantastis, rekor penurunan berat badan Mas Iwan sepulang umrah Ramadhan (yang dipercaya orang sebagai jenis umrah terberat) pecah tahun ini. Selama 13 hari umrah, berat badannya turun 8 kilo!! Kita lihat saja nanti, mudah2an setelah lebaran nggak langsung kembali dan naik 8 kilo juga, hehe. Sedangkan Abe, selama puasa kehilangan 3 kilo.

:::::.....

Masih Selasa, 30 September 2008
Malam takbiran, anak cucu semua sudah berkumpul di rumah Kakung di Tulungagung. Uti bikin heboh, tba-tiba mencuri perhatian lima cucunya.
“Cucu-cucu!! Ayo berkumpul, Uti punya parcel lebaran buat semuaaaa!!” teriak Uti sambil membawa sebuah kardus besar. Anak-anak langsung ngrumpul di sekitar Uti, apalagi dari atas kardus sudah kelihatan ikatan plastik pembungkus parcel yang warna warni dan menarik. Dengan penuh rasa ingin tahu semua melongok kedalam kardus. Benar! Ada 5 parcel untuk kelima cucu-cucu Uti!

Semua seru mencari yang berlabel namanya!
Dan semua ngakak ketawa begitu melihat isinya. Bukan hanya para cucu tetapi kita bersaudara surprised dengan isi parcelnya!

Yang berlabel Omar Charis Atthabrizi (Abe), isi parcelnya ternyata Pediasure Complete Coklat
Yang berlabel Namira Bai’atifa Azzahra (Bea), isi parcelnya ternyata Nutrilon Royal 4 Vanilla
Yang berlabel Shaynaqu Asmi Putri (Sena), isi parcelnya ternyata Pediasure Complete Vanilla
Yang berlabel Aaliyah Asmi Putri (Aaliyah), isi parcelnya ternyata Nutrilon Royal 3 Coklat Swiss

Hahahahaha nggak tahu deh darimana Uti dapat ide kasih parcel berisi susu formula begini, semua dalam kemasan kaleng besar 800 dan 900 gram lagi! Ini sih bukan cuma untuk anak-anak, tapi buat para bapak-ibuknya juga!! Lumayannn untuk persediaan susu anak-anak selama lebaran hihihi.

Nah, sekarang cucu number five, si kecil Dede belum membuka parcelnya...dan ingat, Dede kan masih minum ASI?? Jadi nggak minum susu formula. Kira-kira apa ya isi parcelnya??
Semua orang sekarang memperhatikan ketika Uti membuka parcel berlabel Khadijah Asmi Putri (Dede). Semua menebak-nebak kira-kira apa ya isinya??
Ternyata kaleng juga! Bukan kaleng susu, tapi kaleng celengan berisi coklat warna warni!!

Bagi Dede yang masih 1,5 tahun, tentu dia kurang ngeh dengan parcelnya itu. Yang dia tahu, dia selalu ikut2an jejeritan dan tepuk tangan tiap kali kakak2nya pada heboh. Tapi bagi ketiga cucu lainnya (Sena, Aaliyah dan Bea), O..O.. THIS IS TROUBLE!!

Sena : “Ibuuukkkk!! Aku mau parcel kaya Dede gituuuuuuuu!!!” (Sena berakhir dengan menangis histeris karena pingin parcel berisi kaleng celengan dan coklat juga, tapi gak mau pinjam punya Dede, dia maunya miliknya sendiri)

Aaliyah : “Ugh!” (Tanpa berkata apa-apa, dia ambil aja kaleng celengan Ded e itu, dibukanya, dan dia pun mulai membagi2kan dan memakan coklat didalamnya...hahaha Aaliyah hebat, inilah yang namanya peribadi yang nggak banyak cincong, yang penting action ya Al!! :-D)

Reaksi Bea malah lebih ajaib lagi. Kaleng parcelnya yang jelas-jelas berlabel Nutrilon Royal, dengan susah payah (karena berat) dia angkat trus diserahkan ke aku. Dan dengan wajah yang berharap-harap cemas berbalut senyum exciting dia pun berkata.

Bea : “Ibuk....kita buka yuk kalengnya! Kita lihat, apa ya kira-kira isinyaaa...??”
Gubraaaxxxxxx.......isinya ya susu Bea.... :-D

Oalah Uti, jadi heboohhh deh cucu-cucunya hihihi. Uti Cuma bisa meringis garuk-garuk kepala deh lihatnya hehehe.
Oya, cucu terbesar yang nggak ikut heboh, dapat hadiah tambahan. Karena Ramadhan ini sudah berhasil puasa penuh sebulan, Abe pun mendapat hadiah tersendiri lho. Wah Abe bener-bener panen, pasalnya kemarin dia sudah dapat “voucher” dari Abah dan Mbah Sul untuk pilih mainan sesukanya di Toko Biru, toko mainan langganan keluarga di Surabaya.

Gimana serunya acara buka parcelnya?? Mari kita intip foto dibawah (eh, jangan cuma ngintip beneran ya?? komen komeennn hihihi) :-D

(bersambung)

:::::.....