Tampilkan postingan dengan label melati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label melati. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2007

Melati, Teh dan Kamar Mandi


Segala sesuatu yang diterima oleh organ-organ sensoris kita tidak hanya akan berhenti disitu. Lebih lanjut, apa yang kita lihat, dengar, rasakan dan lain-lain akan turut mewarnai peta pikiran kita secara psikologis. Dan selanjutnya akan mempengaruhi bagaimana kita bertindak terhadap sesuatu. Ingat kan, bahwa segala tindakan kita didasari oleh peta

pemikiran (mind map) yang terbentuk dari pengalaman kita sebelumnya di masa lalu (lewat organ sensori kita).

Ada cerita. Seorang teman memiliki sebuah kipas angin yang sudah dudul di kamarnya. Kubilang dudul karena kipas angin ini biarpun belum rusak, tetapi ketika beroperasi sudah mengeluarkan suara yang berisik. Ketika mereka mempunyai bayi, tanpa terasa suara ini menjadi latar kesehariannya. Ketika kemudian waktu si bayi berumur 1,5 tahun dan merekapun telah mampu membeli AC, ternyata malah menimbulkan masalah. Si bayi susah
tidur, rewel setiap dan sepanjang malam, dan membuat kedua orangtuanya bingung. Usut
punya usut, ketika kemudian si kipas angin dibawa kembali ke kamar dan disetel (lengkap dengan suara berisiknya, tentu saja), eh....lha kok si bayi langsung bisa tidur dengan nyenyaknya....dudul ya??

Anyway...

Kemarin juga begitu, hal yang sama terjadi juga dirumah.


Sudah beberapa bulan ini tanaman melati yang merambat di pagar rumah berbunga. Duhhh tentu seneng banget dong, apalagi si mbak yang memang pecinta bunga. Setiap hari kulihat dipetiknya itu bunga dan ditaruh di kamar mandi. Hemm...kamar mandi pun jadi harum melati...

Nah. Anak-anak terutama Abe kebetulan punya kebiasaan ikut2 nyicip teh hangat yang disuguhkan untuk si Bapak. Nggak tahu kenapa. Dibikinin

sendiri juga nggak mau, maunya nyeruput langsung dari mug-nya si Bapak. Itu sudah berlangsung lama...

Sampai kemarin itu, tiba-tiba ketika Abe nyeruput teh (tentu dari mug Bapak), tiba-tiba dikeluarkannya lagi si teh yang sudah di mulut (tentu juga ke mug Bapak, yang langsung menghuni bak cuci piring) :-S

“Ibuk, tehnya nggak enak...!”
“Nggak enak kenapa?”
“Bau kamar mandi....yack!!!”

Kontan aku ketawa. Memang, aku baru saja mencoba teh merk baru....kali ini dengan aroma melati...
 

:-D


(maap kalo postingan ini melibatkan image merk dagang tertentu)