Aku yakin banyak orang yang sangat menyukai benda-benda yang masih baru. Baju baru, handphone baru, sepatu baru dan segala hal yang baru baru memang biasanya memberi sensasi tersendiri bagi si empunya.
Tapi lain yang terjadi dengan aku...
Sebaliknya, aku malah sangat menikmati suatu benda ketika dia sudah lama kumiliki (kalau tidak bisa dibilang mulai usang).
Paling sering terjadi tentu soal baju. Entah berapa kali ibukku mengeluh demi melihat aku masih saja memakai baju yang sudah berumur 4-5 tahun yang bisa-bisa sudah lusuh. Maksud beliau tentu, kalau memang sudah lusuh mbok ya dialihtangankan saja kepada mereka yang kurang mampu, toh baju lain yang baru bisa kebeli. Maksudku lain lagi, karena semakin lama umur sebuah baju dan semakin sering baju itu kita pakai, hemmm justru semakin nyamannnnn...dan mak nyuuussss.... Semakin lama usia si baju, akan semakin pede lah aku memakainya! :-D
Sandal dan sepatu juga begitu! Yang baru akan jarang dipakai, hanya sesekali saja untuk mengejar target jam pemakaian. Sedangkan yang lama, setiap saat setiap waktu, sampai lusuh dan bocel2 pun juga masih akan dipakai! Kalo sudah rusak secara fungsi (entah jepitnya lepas atau solnya sobek parah) baru deh menghuni keranjang rombeng dirumah. Itulah kenapa aku nggak hobi koleksi, paling banter alas kaki yang kupunya dirumah jumlahnya 5 saja (2 pasang sandal jepit, sepasang sepatu olahraga, sepasang sepatu santai dan sepatu pesta yang hanya kepakai di kondangan saja)
Atau handphone, selalunya aku hanya akan berniat membeli lagi kalau yang lama sudah rusak. Beberapa waktu yang lalu, tiba-tiba suami pulang membawakan handphone tipe terbaru yang sebelumnya sempat kupuji di iklan. Si handpone baru pun, baru kira-kira seminggu kemudian kupakai, karena aku masih merasa sayang dengan handphone lama yang masih berfungsi baik. Ada ikatan emosional dan rasa sayang yang amat sangat yang membuatku tidak bisa begitu saja beralih “ke lain hati”. Hihihi...
Dan pastinya banyak lagi contoh yang lainnya...! Dompet yang sekarang sudah sangat kucel sampai agak berubah bentuknya sampai dengan selimut kesayangan yang sudah menipis dan semburat serat-seratnya.
Yang dudul adalah komentar suami tiap kali terlibat obrolan tentang kebiasaanku ini. Katanya dengan wajah nggombal, “Semoga berlaku juga untuk aku ya Nduk...Semakin aku tua nanti, kamu akan semakin sayang sama aku”
-hallah-
:-D amiinn....