http://www.radityadika.com
Radith bisa dibilang adalah blogger pertama di Indonesia yang isi blognya dibukukan. Setelah 3 buku gila yang ditulisnya, memang blognya sudah terasa beda dibanding pertama aku tahu dia, jaman duluuu. Sekarang sedikit sekali terdapat bahasa khas blog yang go-to-heck with EYD itu. Bahasa sastra jalanan dan sastra rumahannya (pinjam istilahku sendiri :-D) sudah banyak berkurang. Yet, aku tetap nggak bisa memutuskan apakah ini adalah sesuatu yang patut disayangkan atau patut ditidaksayangkan.
Yang pasti, untuk komentator macam aku begini, ada satu yang akan patut disayangkan. Dengan kesibukan radith yang udah tenar sekarang, rasanya memberi komentar di blognya akan terasa melas...karena tak yakin apa orang yang blognya kita komentarin itu akan sempat baca???? :-S (and yes, itu penting buat kita bangsa komentator ini untuk dikomentari komentarnya)
Tapi believe me, membaca tulisan2 di blognya (bahkan sekarang), kita tidak akan sanggup berbuat lain kecuali mencari lagi postingan lainnya yang belum kita baca...:-D
Jadi ga usah berpanjang lebar, kalo mau tau langsung klik aja ya :-)