Tampilkan postingan dengan label salam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label salam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2007

"Ass..."

Beberapa minggu ini aku sudah seringkali dudul dengan banyak teman chatting, gara-gara masalah yang satu ini... Ya dudul tertawa, ya dudul prihatin dengan diri sendiri, ya dudul merasa bodoh juga... :-S

 

Awalnya, ini satu kebiasaan yang mengalir begitu saja setiap kali chatting, sms atau ber-email-ria. Namanya kebiasaan, rasanya melakukannya sudah nggak ada beban atau dipikir sama sekali kan? Tanpa disertai sedikitpun niat yang lain dan nggak-nggak, jadinya ya udah reflek aja jari ini ketika mengetikkannya. Sampai suatu hari lewat YM seorang teman, Josh memberikan teguran. Teguran yang –asli!- right away hit me like a speed bus!!

 

Mbokyo jangan disingkat begitu to...coba kamu baca lagi salam mu itu”

“Kenapa memang?”

“Coba sih baca lagi...? Nulis agak panjang dikit apa susahnya to?”

 

Astaghfirullahaladziiim....

 

Entah karena teman ini memang kebetulan sedang tinggal di luar negeri (sehingga terbiasa berbahasa Inggris dan akhirnya lebih peka dari aku), atau memang ini benar-benar kebiasaanku yang –akhirnya aku sadar- perlu direkonstruksi lagi. Yang jelas, selama ini ternyata tanpa kusadari memang sering aku menyapa atau mengawali chatting, sms dan lain sebagainya dengan menyingkat kata “Assalamualaikum” dengan 3 huruf saja.

 

“Ass...” gitu...

 

Astaghfirullah...ini mungkin sepele dan hal kecil (dan teman yang membaca pun pasti akan paham bahwa yang kumaksudkan pasti ya mengucap salam), tapi entah kenapa sejak diingatkan itu, tiap kali kebiasaan itu tak sengaja muncul lagi, hatiku rasanya “gatal” juga membaca tiga huruf itu terlanjur terkirimkan.

 

Kali berikut2nya, banyak kali chating ku dengan teman-teman jadi dihiasi topik ini. Ada yang ternyata sama kaya aku, selama ini nggak sadar kalau kata itu –dalam bahasa inggris- bisa berasosiasi dengan arti dan makna yang sama sekali lain dan jauh menyimpang dari yang kita maksudkan. Ada yang mengaku juga sudah diingatkan temannya, tetapi ternyata –namanya kebiasaan- masih sering tanpa sadar menuliskannya begitu. Ada juga teman yang bilang “wah, sebenarnya aku sudah lama mbatin soal salammu itu, wahida...tapi aku sungkan mau bilang ke kamu...”

 

-gubrax-

 

Duuhh please, jangan yang sungkan deh...bukankah teman harus saling mengingatkan satu sama lain?? :-S

Sekarang ini, aku masih dalam rangka usaha keras membiasakan menulis salam dengan lengkap saja, Assalamualaikuuum...syukur2 kalo jariku mau lebih rajin dengan menambah lagi beberapa huruf Wr. Wb.

 

Tak ada yang berat, hanya perlu membiasakan kan?

InsyaAlloh... :-)