Sabtu, 16 Mei 2009

MEGA-PRO

:::::.....

Nggak tahan untuk nggak ketawa ngakak waktu pertama kali baca akronim pasangan ini.

MEGA-PRO...
bukannya itu MERK SEPEDA MOTOR????

haduuhhh politik.....makin lama makin banyak keliatan konyolnya!!


:::::.....

Kamis, 14 Mei 2009

CaRen 1 : Perencanaan dan Catatan Khusus

:::::.....

Bikin Catatan Renovasi ah...

Disingkat CaRen aja ya?? heuheuheu

 

ARSITEK YANG (HARUS) TAK BIASA

Dulu, kami memutuskan untuk menghubungi Mas Awi untuk membuatkan design rumah karena bagi kami dia arsitek yang tak biasa. Tak biasa disini bukan apa-apa, maksudnya dia sudah cukup mengenal karakter kami berdua. Mas Awi adalah teman SMA Mas Iwan. Kuliahpun di universitas dan fakultas yang sama meskipun beda jurusan (MI di Teknik Sipil, sedang Mas Awi di Arsitektur).

 

Dahulu kala, 15 tahun yang lalu ketika MI masih mengira bahwa aku adalah orang yang bisa digombali (hahaha), MI pernah menghadiahkan aku sebuah kaset berisi lagu-lagu pilihan rekaman sendiri (jaman SMA dulu kan suka trend tuh rekam-rekam lagu begini). Waktu itu aku terpesona melihat design dan gambar cover kasetnya. Gambar suasana sunset di pantai, tapi bernuansa pink, bagus banget! (Padahal lagi, aku biasanya tak terlalu suka warna pink). Beberapa waktu kemudian ketika kami sudah menikah dan aku sering ikut MI ke kampusnya, baru aku bisa berkenalan dengan orang yang membuat cover itu. Ya Mas Awi ini!

 

So Mas Awi and us, we already got history together. Aku percaya kami akan bisa menjalin komunikasi dengan baik karena memang sudah lama saling mengenal. Dan menurutku, secara pribadi, Mas Awi adalah tipe yang tak mudah berjengit aneh kalau misalnya nanti ada permintaan yang tidak biasa dan personal dari kami (menyangkut design rumah tentu saja).

 

Proses perencanaan pun dimulai. Kami mengkomunikasikan beberapa catatan khusus menyangkut design rumah yang kami inginkan. Berikut catatan yang kami rangkum dari tempat kejadian **sotoy.com** :-D

 

KONSEP RUMAH ALA KAMI

Waktu itu sih sudah booming model-model rumah modern minimalis, maka catatan pertama yang kuberikan adalah, aku sangat menyukai gaya simpel seperti pada rumah-rumah modern, tapi aku tidak begitu suka gaya minimalis. Menurutku terlalu kaku dan dingin. Akhirnya, diputuskan untuk membuat desain rumah yang bergaya simpel, yang modelnya tak lekang oleh waktu maupun trend, agak pop dengan sedikit warna bolehlah, dan yang pasti mudah perawatannya.

 

Untuk pengaturan ruangan, yang pasti kami ingin rumah yang legaaaa....selega-leganya dengan lahan yang terbatas ini. Kenapa? Pertama, karena kami sadar tidak ada anggota keluarga ini yang pendiam. Bahkan, semua cenderung tak bisa diam. Jadi untuk menghindari banyaknya kasus kejedug tembok, saling jedug satu sama lain, kesandung furniture atau terbanting ke pintu, rasanya rumah yang tidak banyak sekat akan lebih sesuai untuk kami sekeluarga. Kedua, memang dasarnya aku tetaplah orang ndeso. Kalo di desa kan rumah biasanya luas tuh, berhalaman lapang, dengan berbagai tumbuhan dan pohon, dlsb. Karena itu jugalah aku menekankan pada Mas Awi untuk menyisakan sebanyak mungkin lahan hijau untuk sekedar menyegarkan suasana rumah.

 

Kemudian yang juga penting untuk dijadikan catatan adalah soal kamar tidurnya si mbak. Selama ini diam-diam aku selalu merasa kepingin protes saja melihat desain-desain rumah yang hanya menyisakan sepetak kecil untuk kamar tidur pembantu. Tak jarang luasnya tak lebih dari kamar mandi, padahal praktiknya, mbak lah yang nantinya lebih banyak terjun untuk merawat rumah kan? Dirumah kami yang lama (yang sudah ambruk itu hiks), walaupun rumahnya sendiri mungil, tapi bersyukur masih ada space yang cukup untuk ruang servis. Kamar tidur mbak Pin dan mbak Prapti dirumah lama berukuran 3x3 meter. Maka secara khusus aku berpesan kepada Mas Awi untuk paling tidak membuatkan desain kamar mbak, minimal sama dengan luas kamar mbak dirumah lama sebelumnya. Ternyata lebih baik lagi, karena ketika desain jadi, kapling untuk kamar tidur si mbak mencapai 3x4 meter. Well that’s even better.

 

RAB...RAB...MEMBLE H2C....

Membuka lembar demi lembar gambar desain dan gambar kerja rumah, selalunya menjadi hal yang menyenangkan. Imajinasi akan bagaimana kelak ketika gambar ini akan terwujud nyata selalu menari-nari indah. Apalagi diam-diam memang sudah sejak lama aku menaruh minat pada bidang arsitektur dan interior. Bidang ini lah yang menjadi pilihan minat sejak dulu setelah Psikologi. Bertahun-tahun aku rajin beli buku dan langganan majalah/tabloid arsitektur (semua numpuk sampai sekarang memenuhi lemari). Jadi memandangi detil demi detil rancangan rumah sendiri pastilah membuat pikiran terbang kemana-mana.

 

Baru aku merasakan terbanting berdebam ketika kemudian yang kubuka adalah lembar demi lembar yang memaparkan soal Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Ya Allah, membangun rumah sekarang ternyata segini mahalnya ya... Kontrak dengan Om Kusnadi (tetangga dan geng cangkruk MI yang jadi kontraktor/pemborong proyek rumah kami) menyebutkan angka 1,8 – 2 juta/m2. Memble bener jadinya.... Padahal sudah rahasia umum, bahwa ketika membangun rumah, RAB ini selalunya akan mengalami pembengkakan, bahkan bisa beranak pinak nggak keruan... Duh semoga ini nggak terjadi, kalaupun terjadi semoga nggak banyak-banyak overbudgetnya.

 

But...!

 

Kami harus banyak-banyak bersyukur. Banyak cara menuju penghematan. Thank God, Mas Iwan kerja di bidang perdagangan bahan bangunan. Paling tidak, kalau mengandalkan dagangan sendiri aja, urusan besi beton, paku, tripleks, dan beberapa bahan lain, bisa membuat memble kami agak berkurang. Jauh berkurang malah karena di RAB dimasukkan harga galangan, sedangkan kami hanya perlu membayar harga pabrik saja. Batu bata, kita malah produksi sendiri. Untuk bahan-bahan lain seperti semen, pasir, batu kali dll. ada puluhan kolega dan toko langganan yang alhamdulillah siap membantu dengan diskon harga yang bagus. Harap-harap cemas, minimal kalau 10 persen dari RAB saja, bisalah kita pangkas dari ini.  Lumayan kan? :-)

 

(bersambung)


:::::.....

Senin, 11 Mei 2009

Abe Yang Sungguh JELEK

:::::.....

Minggu-minggu ini, Abe mengusung trend baru lagi dirumah. Setelah mempermasalahkan mana yang lebih hebat antara ayam dan sapi, kali ini kita semua harus rela pusing mempermasalahkan apakah dia itu ganteng atau jelek.

 

Pertama kali trend ini dilaunching di halaman sekolah, sekitar 2 minggu yang lalu. Di pinggir lapangan basket sekolah, sore-sore saat aku menjemputnya. Dari jauh sudah kulihat wajahnya yang berhias hidung berkeringat, mendekati aku yang duduk di bangku pinggir lapangan bersama ibu-ibu lain.

 

“Ibuukkk...aku itu ganteng apa jelek sih???” serunya cengar cengir sambil nagih peluk rutin tiap sorenya.

 

Duhh ngapain tanya itu ya?? Kan malu didepan Ibu2 lain ini??? Mau bilang ganteng kok kayaknya terlalu ngefans bener sama anak sendiri....mau bilang jelek kok kayaknya mengingkari kebenaran...**halah hahaha**

 

“Ya....lumayan lah...” akhirnya jawabku itu.

 

“Aku itu nggak GANTENG lo Buk! Sama sekali nggak ganteng!!”

 

“Lho?? Siapa yang bilang??” emosi seorang Ibu...**hahaha**

 

“Aku yang bilang!”

 

Hm...kuteliti wajahnya...sama sekali tidak memperlihatkan adanya penurunan PD dalam dirinya...malah wajah usil yang terpampang. Ada yang nggak beres nih...“Maksudnya apaan sih??”

 

“Aku lho nggak mau dibilang GANTENG!! Itu lho singkatan dari GELANDANGAN TENGIK??!!!!”

(dan Ibu-Ibu lain yang ikut mendengar pun langsung ikut tersedak)

 

:::::.....

 

Kapan lagi dirumah...pas ngumpul sama Bea juga...

“Bea itu lho NGGAK CANTIK!!!”

“Aku lho CANTIK!” sahut Bea sambil asyik mewarnai.

“Kamu lho NGGAK CANTIK!!”

“Aku itu CANTIK, ya Buk yaa??”

“Aku nggak mau punya adik CANTIK!! Kamu itu nggak CANTIK, Beaaa!!!”

 

Bea yang tadinya asyik khusyuk mewarnai, kurang dari semenit kemudian sudah meninggalkan gambar Strawberry Shortcake nya, dan memilih otot2an dengan masnya, demi membela martabat kecantikannya.

 

Tapi setelah Ibuk turun tangan ikut menyelesaikan, apa kata Abe??

 

“Beaaa, kamu mau cantik??? CANTIK lho singkatan dari CANTOLAN TIKUS!!!”

Si Ibuk gubrak lagi, sementara Bea yang berwajah marah akhirnya ngakak keras-keras.

 

:::::.....

 

“Ya udahhh......kemarin mas Abe nggak mau dibilang GANTENG, sekarang Bea nggak boleh dibilang CANTIK...kalo gitu Ibuk punya ide. Anak Ibuk nih ya, dua-duanya CAKEP...Setuju???”

 

Kulihat Abe mikir sebentar...

“NGGAK MAUU!! AKU NGGAK MAU CAKEP!!”

 

“Lho?”

 

“Iya, CAKEP kan singkatan dari CACING KEPANASAN!!! Aku nggak mau!!”

Ampuuuuuunnnnnnnnnnnn......!!!!

 

 

“JADI ABE MAUNYA DIBILANG APAA???”

Mikir sebentar, trus sambil menyunggingkan senyum puas, Abe pun menjawab...

 

“Aku mau dibilang JELEK aja!!! Singkatan dari JELAS-JELAS KEREN!!!!”

 

Oalah emaakkkkkkk.........!!!! Ngidam apaan sih dulu??? **tepok jidat** Aku hanya ngeri membayangkan apa kata orang, kalau kita pas ada di tempat umum, trus dengan wajah penuh kasih sayang aku ngelus rambutnya Abe dan bilang...

 

“Duuhhh...anakku yang JELEK...Ibuk sayang deh sama kamuuu” bisa dimarahin dosen-dosen psikologi perkembanganku dulu nihhh!!! Masak anak sendiri dibilang JELEK???

 

**poseeenggg**


:::::.....

 

Kopdar dengan BundaElly


sebelum pulang, akhirnya Bea mau dipoto juga...dengan gaya normal huheuheue

Bye bye tante Elly...semoga kita berjumpa lagi yaaa... :-)

:::::....

Hemm...berapa kali ya kita gagal kopdar?? Banyak deh...adaaaa aja yang menjadi penyebab.

Tahun lalu, waktu aku sudah di Bandara Juanda mau berangkat umroh, Elly yang sedang di Surabaya dengan susah bertekad menyusulku ke Juanda. Demi apa??? Demi memenuhi keinginan kami berdua untuk sekedar memeluk dan saling bertatap secara langsung, syukur-syukur sempat ngobrol. Tapi apa yang terjadi, karena kemacetan yang tidak biasa, Elly baru saja sampai di parkiran Juanda ketika koordinator kelompok umroh memanggilku untuk boarding... Hikss pilunyaaa.....hatiku haru biru masuk ke ruang boarding, sementara Elly sudah sedekat parkiran!!!

Persis film2 nggak sihh?? cuman kali ini 2 orang pemeran utamanya berakhir tidak bertemu karena yang satu keburu naik ke pesawat....hikss... **pilu kalo ingat waktu itu**

Beberapa kali aku ke Jakarta, kita juga selalu gagal kopdar. Tapi aku tentu maklum, dia banyak sekali kesibukan, banyak sekali tanggung jawab (hal yang sangat membuatku kagum padanya).

Akhirnya......Senin, 4 Mei 2009 kemarin.....kami pun berjodoh untuk bertemu....

Senangnya...sampai susah mencari kata-kata untuk menggambarkannya. Dan yang pasti aku belajar banyak dari seorang Elly Lubis... Semoga Allah mengekalkan ukhuwah diantara kita berdua...Aminn

**peluk untuk Elly**

^_^

::::....

Jumat, 08 Mei 2009

Meniru Ibuk




Abe asyik mengulum permen karet... Tiba-tiba...

"Aku persis kaya Ibuk waktu itu!!!! Hahahahah!!"

**ikut ngakak**

Maksudnya di cerita ini lhoooo http://cikicikicik.multiply.com/journal/item/181

hihihihi

:::::.....

Sabtu, 02 Mei 2009

Pertanyaan Soal Sapi Part 2

Masih pada ingat dong tulisanku soal jawaban ulangan Abe soal SAPI waktu itu..?

Kemarin pagi lagi sibuk2nya semua siap2 berangkat, tiba-tiba Abe ngasih tebak2an...maksa pula ngasihnya, karena aku sedang didalam kamar mandi dan Abe ngeyel harus dijawab saat itu juga, karena kalau nunggu Ibuk keluar dari kamar mandi takutnya Ibuk lupa **oh nak sudah separah itukah pikun Ibukmu sampai kau se "tak percaya" ini???**

"Ibuuuukkkk...hebat mana AYAM sama SAPI??" teriak Abe dari luar (depan) pintu kamar mandi.

"Nanti nak, tunggu Ibuk keluar kamar mandiiii"

Terjadilah negosiasi alot dari luar dan dalam pintu kamar mandi...yang berakhir dengan kesepakatan soal Ibuk yang pikun itu tadi. Dan teka-teki harus dijawab saat itu juga **keluh**

"Lebih kuat Ayam!" sahutku asal2an.

"Kok Ibuk tahuuu sihhh??? ahhh gak seru!!! Beaaaaa kamu ya yang ngasih tau Ibukkk???"

"Nggaaakkkk!!" teriak Bea.

"Kok Ibuk tahu lhooo??? padahal cuma kamu yang sudah kukasih tebak2annyaa???"

"Tapi aku nggak ngasih tau Ibuuukkkk"

Otot-otot mulai keluar...Otot-ototan dong jadinya???

Emaakkk...kalian berdua...bener2 nggak bisa membiarkan Ibuk mandi dengan tenang yaa...??

"Sudah sudah... Abe, Bea emang nggak kasih tauuu... Ibuk, biarpun jawab Ayam juga gak ngerti maksudnya gimana sampe ayam lebih hebat dari sapi kok!" seruku dari dalam kamar mandi....duh lihat betapa sopannya keluarga ini **ingat2 adab didalam kamar mandi yang diajarkan ustadzah, jadi terasa kelu hikss**

"Lhaa....kalo gitu kenapa lho Ibuk jawab Ayam tadi???"

Sodara-sodara, beginilah...kalo ada istilah "handfull" untuk menyebut anak2 yang merepotkan, maka Abe bolehlah dibilang "mouthfull"... Tiap mbak2 pengasuh mudik, sebanyak apapun pekerjaan rumah otot badanku selalu baik2 saja, tetapi yang namanya otot rahang selalu seok, harus sendirian meladeni omongan anak-anak...

"Ibuk nyerah dehh!!" ini formula yang biasanya bisa membuat kekacauan jenis ini cepat berakhir...

"Oke buk, AYAM itu lebih hebat daripada SAPI... Ibuk tau kenapa??" suara Abe masih berjarak beberapa sentimeter saja dari pintu kamar mandi.

"TIDAKKKKKK IBUK TIDAK TAUUUU!!! IBUK CUMAN PINGIN MANDI DENGAN TENAANGG!!!"

Suweerrr deretan huruf diatas itu yang ingin kuteriakkan...tapi yang keluar dari mulutku hanya "Kenapa...?" (thx to tarikan napas panjang yang kuusahakan dengan susah payah itu hikss)

"Karena Ayam bisa bikin telor mata sapi, tapi Sapi nggak bisa bikin telor mata ayam!!"

Ealah emak.....
Gubrax dehh....

:::::.....

Jumat, 01 Mei 2009

Pertanyaan Soal Sapi

Ini tulisan tgl 8 April 2009 yang lalu... :)

Setiap hasil ulangan Abe dibagikan, dan dibawa pulang kerumah, aku selalu usil membahas jawaban-jawabannya. Pasalnya, jawaban anak-anak itu kan kadang-kadang suka ajaib ya. Mungkin masih ada yang ingat postingan jawaban2 ajaibnya Abe yang ini? http://cikicikicik.multiply.com/journal/item/85



Beberapa hari yang lalu, Abe pulang membawa hasil ulangan IPA nya. Kalo boleh jujur, jawaban-jawaban yang benar cenderung membosankan ya. Yang biasanya menarik adalah kalau ada jawaban yang salah, hehe.



Seperti yang satu ini...

Soalnya : Manfaat apa yang kita ambil dari binatang SAPI?

Jawabannya Abe : SUSU dan TELUR



Mulanya aku hanya mengira bahwa Abe kurang teliti. Dia memang suka begitu.



"Hihi, lihat jawabanmu yang ini Ibuk jadi geli sendiri Be..."

"Kenapa Buk?" katanya sambil sore itu serius menggambar komiknya.

"Ibuk jadi geli karena belum pernah melihat sapi BERTELUR, membayangkan seekor sapi bertelur...kira-kira posenya gimana ya??" kataku geli.



Mungkin baru sadar ada sesuatu, Abe sejenak meninggalkan kertas gambarnya, dan ikut melongok lembar ulangan yang ada di tanganku.



"Iya, jawabanku yang itu kok salah ya Buk?"



Hallah...melihat wajahnya yang inosen, aku jadi penasaran, jangan2 dia bener2 nggak merasa bersalah.



"Hm..Abe pernah nggak melihat sapi bertelur? Kira-kira sapi termasuk binatang yang melahirkan apa bertelur ya..?"



"Oh iya.. Aku pernah lihat sapi melahirkan, Buk, di Animal Planet kan?"



"Iya...sapi memang binatang yang berkembang biak dengan melahirkan...jadi dia tidak bertelur" simpulku.



Kulihat wajahnya masih menyiratkan ketidakpuasan yang amat sangat...



"Lho...sapi kan juga bisa bertelur, Buk!!"

"Masak..??" seruku pura-pura kaget.



"Lha itu??? TELUR MATA SAPI itu?? Itu kan telur yang keluar dari matanya sapi??"



Alamak.......



Setelah melongo dan terbahak sejenak, aku langsung nyembur gemas. "Abe pernah liat Ibuk bikin telor mata sapi kannn??? Ibuk bikinnya pake telor apa coba..??"



Berpikir sebentar, kemudian kulihat Abe ngikik pelan sambil menutup mulut dan mengangkat bahunya...



"Ayam..." katanya sambil senyum nyengir nggak jelas.



Sampai sekarang, kalo orang rumah mengungkit lagi soal itu, Abe pun cuma bisa nyengir sambil garuk2 kepalanya...hahaha. Tapi masih ada satu masalah yang kita semua belum nemu jawabannya sampai sekarang...



Jadi kalo sapi harus bertelur, gimana doongg posisi tubuhnyaaa??? :D



:::::.....