Senin, 26 Juli 2010

Hari Yang Linglung

***

Sudah 2 minggu Bea resmi menjadi murid SD. Semua keharuan itu, ketika menjahitkan badge di seragamnya, ketika menyampuli buku-bukunya, ngeprint fotonya untuk dijadiin sticker, melihatnya pertama berangkat dengan seragam merah hatinya, tentu saja semua itu sangat klise tapi tetap sangat menyentuh. Bulan ini aku asli banyak meweknya. Ya Allah, rahmatMu Ya Allah...

Tetapi baru Senin (26Juli'10) kemarinlah kurasakan efek sebenarnya. Selama dua minggu pertama Bea masih MOS, dan pulang siang jam 12, sama seperti sebelumnya waktu dia masih di TK. Hari masih terasa 'normal'. Sepulang sekolah kita masih pergi berdua, main dakon atau nonton dvd dirumah, atau masak berdua makanan buat dibawain nanti sorenya waktu jemput mas Abe.

Senin kemarin, akhirnya Bea mulai fullday pulang jam 4 sore. Bea sendiri sudah mulai kemarin-kemarinnya bersemangat. Bangga bener dia karena sudah sekolah pulang sore, sama kaya Mas Abe. Dan dia lunjak-lunjak tiap kali ingat "horeee, akan ada mata pelajarannn!!". Aku geli karena latihan soal di buku paket Bhs. Indonesia dan Bhs. Inggris kelas 1 itu sudah habis dilalap Bea sampai bab tiga. Abe sampai keheranan "Bea itu kenapa sih Buk kok suka sekali pelajaran sekolah?? Heran deh! Enakan maen game!"

Hayaahhh

Kemarin, sehabis ngedrop kids pagi, jam 7.30 aku sudah balik kerumah. Sarapan, lalu berniat gelar yoga mat, tapi urung. Akhirnya pegang BB chat sana-sini terutama dengan MI yang dari kemarin luar kota. Buka-buka buku sebentar baca apapun yang bisa dibaca (karena nisfu sya'ban ini kok yaaa pas mens hiks), sekitar jam 10 baru aku sadar sesuatu.

Aku linglung....

Rumah dan hati ini, entah bagaimana tiba-tiba terasa sangat sepi. Huhuuuu. Sentimentil ya. Semacam terlalu dini untuk syndrom Empty Nest. Dua puluh tahun terlalu dini. Tapi ah, biarin aja. Habis mau gimana lagi, ini yang kurasakan. Mungkin juga karena MI pernah janji akan menemani jika hari ini tiba, tapi ternyata dia malah harus keluar kota. Hiks.

Jam 12.00 siang. Beaaaaaa, Ibuk rinduuuuu! Huhuuuu :'(

Pengen curhat, telpon ibukku tapi jam segitu pasti Uti umek makan siang, dhuhur, tutup toko waktunya istirahat.

Linglung bingung mau ngapain dirumah. Ya Allah, bukannya sekali ini sendirian sepi dirumah. Tapi kenyataan bahwa ini hari pertama Bea sekolah sampai sore kenapa membuatnya jadi beda ya. TV kabel kok yaa nggak membantu. HBO dudul semua filmnya, Discovery lagi bahas atom (gak ngerti!), bahkan AFC pun tak ada yang lezat.

Spontan bin impulsive, aku bergegas ganti baju dan ambil kunci mobil. Ngemall aja lah (padahal gak hobi ngemall tuh wkwkwk).

So, sepuluh menit kemudian aku sudah luntang lantung di Cito deket rumah. Akhirnya (masih dengan impulsive ikut kemana kaki melangkah tanpa dikomando hati) akupun pergi nonton, dan merasa sangat aneh. Karena ini pertama kalinya aku nonton SENDIRIAN. Huhuuuu. Nggak enakkk!! Padahal kalo ada ibu-ibu nonton sendirian, dulu suka komentar "Mas, aku gak pingin begitu, luntang-lantung nonton sendirian kaya Ibu itu." Hayaahhhh kena karma kan...? :'(

Kelar nonton, liat jam, masih jam 2 siang. Jadi masih dua jam lagi anak-anak baru pulang?? Yahhh luntang-lantung lagi. Jadi biasanya kan kalo ke mall suka jelas tuh mau kemananya, atau mau beli atau hunting apa. Aku nggak suka window-window shopping gitu. Tapi kali ini aku yang bener-bener keluyuran di mall gak ada juntrungannya. Wkwkwkwk. Tapi lumayan masih dapet beli beberapa DVD di toko depan bioskop.

Selesai bungkus makanan dari foodcourt untuk anak-anak, aku langsung menuju sekolah. Otakku linglung beneran karena nggak bisa mencerna bahwa jam pulang masih satu jam lima belas menit lagi.

Tentu saja parkiran sekolah masih sepi. Hikmahnya, aku bisa dapat spot parkir yang paling diidamkan semua orang, hihihi. Tumben-tumbenan loh ini! Buka bebe sebentar, habis itu linglung lagi. Ah, andai nggak mens pasti bisa ngendon di masjid, sambil ngadem *nyengir*.

Impulsive lagi (karena GR merasa jadi perhatian bapak2 sopir antar jemput) akhirnya aku keluar dari mobil, dan berjalan menuju arah yang terserah.

Eh, dengan dudulnya aku malah menuju ke gerbang sekolah yang sepi dan tergembok rapat. Dengan wajah memelas kugenggamkan kedua telapak tanganku ke jeruji besinya, sambil mata celingukan mencari-cari "Bea mana ya...?"

"Dudul, Bea ya masih di kelas dong!"

"Ah siapa tahu dia lewat depan gerbang, mungkin mau beli-beli ke kantin atau apa"

"Ealah, ini kan bukan jam istirahat?? Lihat, halaman dan lorong sekolah sepi!"

"Siapa tau Bea mau pipis ke kamar mandi yang dideket kantin?? Kan berarti lewat sini?"

"Ngapain?? Kalo kebelet pipis kan mending di toilet siswa deket kelas???"

"Namanya juga usaha.... Siapa tau..."

Tega bener tuh alter ego, apa dia nggak sadar mukaku makin melas begini?? Huhuuuu Beaaaaa, Ibuk rinduuuuuuuu :'(

Bener ya ini masih sejam lagi?? Oh no...
Akhirnya aku balik kedalam mobil, menghibur diri dengan bebe, ngendem disitu sambil nyalain AC (maap ya MI, aku tau gak boleh begini lama-lama, tapi gimana lagi? Diluar masih panas karena masih jam 3, dan sepi pula hiks).

Dan akhirnya terdengar lagu "Bintang" tapi tanpa lirik itu. Tanda pelajaran berakhir dan gerbang pun dibuka. Aku berhambur masuk dan berdiri di tiang lorong tempat biasanya janjian kalau jemput anak-anak.

Rasanya asli deg2an, kayak sedang nunggu waktu ketemu pacar saja rasanya. Hihihihi. Dan begitu kulihat wajah mungil yang kusayang itu, dia sedang termenung ditengah lapangan, wajahnya terlihat ngowoh sendiri di lautan siswa berseragam. Tangan kanannya terangkat kedepan dada, dan diatas telapak tangannya yang terbuka keatas, ada sesuatu. Benda kecil keunguan.

"Beaaaaaa" semburku lalu kupeluk dia. Huwaaaaaa senengnya bisa memeluk Beaaaa.

Aku berlutut demi melihat dia nggak seheboh biasanya. Wajahnya masih termenung, kelihatan capek. (Fyi, aku sudah mengira dia akan begini, karena hari Minggu sebelumnya itu kita pergi dari pagi sampai malam. Dia ujian piano, lalu ada 3 undangan yang harus kami datangi, hari Minggu yang capek pokoknya).

"Ini apa sayang?" Tanyaku sambil menunjuk benda kecil ungu yang bertengger diatas kertas, di telapak tangannya.

Barulah kulihat binar matanya, "Ini burung lho Buuk, dari playdough, untuk Ibuukk!" Ahhh senangnyaaa, terimakasih sayang.... *peluk-peluk berlanjut* "Ibuk rinduuuu sama Beaaa..." kataku, dan Bea pun terkekeh riang.

***

Sepulang kerumah, kentara sekali Bea memang capek hari itu. Sisa-sisa gempor hari Minggu harus ditambah dengan hari pertama pulang sore kan. Akhirnya konsumsi peluk meningkat tajam, bahkan mas Abe juga ikut-ikutan. Dan kubiarkan Bea puas-puas melakukan kegiatan pemberi rasa amannya, yaitu owok2 (elus2 sambil colek2) perutku. Dari kecil Bea memang suka melakukan itu.

Sayang Bapak sedang luar kota, tapi alhamdulillah Ya Allah. Rumah terasa hangat kembali. Mata Bea sudah berbinar ceria kembali, bahkan ketika dia cerita "Aku tadi siang-siang pas di sekolah tiba-tiba pingin peluk Ibuk, tapi Ibuk nggak adaaa" katanya dengan suara merajuk tapi sambil terkekeh.

Ah, apa karena aku ling-lung ya, si Bea akhirnya ikut kebawa resah di sekolah?

Dan demi kerinduan yang tak kunjung reda, akhirnya Ibuk punya ide. Jam 9.30 pagi, waktu istirahat, Ibuk akan ke sekolah, dan kencan sebentar dengan anak-anak di cakeshop sekolah Akhirnya tadi itu yang kami lakukan. Bea masih memerlukan banyak pelukan dari Ibuk, dan kalau itu berarti Ibuk harus bolak-balik ke sekolah pas jam istirajat, sama sekali bukan masalah. Sampai kapan?? Selama diperlukan tentu saja ;)

Yang paling senang adalah mas Abe dong, karena selain dapat peluk juga, dia bisa minta traktir Ibuk beli snack di swalayan dan cakeshop. Serasa dapat ekstra uang saku lebih ya masss???? *jendul Abe dengan sayang* :-P

***

7 komentar:

  1. Arie - Bunda Icha Anakku Sayang26 Juli 2010 pukul 23.13

    aiiih terharuuu...senangnya ya Ibuk bisa jemput ke sekolah..

    BalasHapus
  2. gimana kalo besok Ibuk apply ke sekolah jadi guru tambahan ajaa?? jadi lebih banyak waktu bersama..
    *ide bijak&bermanfaat*

    BalasHapus
  3. huhuhu, di sini masak anak tk sekolahnya dari jam 8 sampe jam 2, coba mbak.... *membayangkan kalo eka udah sekolah...*

    BalasHapus
  4. rollercoaster life27 Juli 2010 pukul 01.06

    uuuhhhhhhhhhhh terharu bgt mbak menyentuh ceritanya... i know bagaimana rasanya :(

    BalasHapus
  5. terharu.... gimana ntar kalo anakku dah sekolah ya. sekarang ajah pagi2 dah kangen, padahal baru 1 jam ditinggal ke kantor....

    BalasHapus
  6. bila masanya tiba ooooh.....
    hihihihi suara fals nyanyi :P

    aah dinikmatiin aah saaat -saat Wafa masih sering panggil.. "Ummmiiiiiiiiii"

    BalasHapus
  7. terharuuuu...

    BalasHapus