Sabtu, 15 September 2007

Menikah Muda Part 2 : Newlywed Yang Menggetarkan Hati


Ini lanjutan dari cerita hidupku (cie). Mudah-mudahan mengandung hikmah untuk diambil semua...

 

Menikah Muda Part 1 dapat dibaca disini :D

 

Tak bisa kupungkiri, masa-masa newlywed benar-benar yang terindah, dan menjadi masa “pacaran” kita yang benar-benar menggetarkan hati.

 

Banyak kejadian lucu mengingat walaupun aku punya banyak teman cowo, tetapi jelas sekali pengalamanku menghadapi laki-laki sebelumnya hanyalah sebatas perlakuan sebagai teman, tidak melibatkan tetek bengek keintiman (apalagi erotisme) khas suami-istri. Ini juga yang menjadi olok-olok seru sahabat2 cewekku, karena aku yang dikenal paling lugu urusan cowo, eh kok ternyata paling dulu menikah. Seorang sahabat mengingatkan lagi kejadian lucu di bangku kelas 2 SMP ketika guru pelajaran agama kami menjelaskan bahwa tanda seorang laki-laki baligh adalah mengalami “mimpi indah”, dan dengan lugunya, didepan teman2 yang lain aku tanya ke salah satu temen cowokku waktu itu “eh, kalo mimpi indah itu kamu jadi apa? Superman atau Batman?” :D Puas aku diketawain seisi kelas waktu itu.

 

Pernikahan “dini” ku tak urung cukup membuat geger teman2, apalagi teman2 SMA yang tidak pernah melihatku “dekat” dengan cowo manapun selama masa sekolah. Banyak juga saudara dan teman orangtua yang mempertanyakan, tak sedikit yang memprotes, bahkan banyak pula yang curiga kalau aku menikah karena telah hamil. Yah, nggak heran, mengingat latar belakang pendidikan dan sebagainya, keputusan menikah begitu lulus SMA memang layak dianggap aneh waktu itu.

 

Masa-masa indah newlywed masih berlanjut beberapa bulan kemudian, ketika kami diberi kesempatan untuk pergi menunaikan ibadah haji berdua. ONH-nya hadiah pernikahan dari orangtua. Bagi banyak orang (termasuk bpk2/ibu2 teman serombongan haji) adalah hal yang sangat seru melihat kita pasangan remaja yang baru menikah, dan (mereka menyebutnya) berbulan madu di tanah suci. Bagi kami sendiri, dibanding acara bulan madu, tanpa diduga perjalanan haji kami waktu itu lebih mirip sekolah, ajang training, semacam pendidikan dan pelajaran khusus bagi perjalanan rumah tangga kami nantinya.

 

Kejadian2 “ajaib” yang banyak hanya kami dengar terjadi ketika seseorang berada di tanah suci dan masih sulit untuk kupercaya, ternyata banyak sekali kami lihat dan alami  dan hampir semuanya bertema “suami-istri”. Dari sepasang suami-istri yang suka sekali bertengkar sampai-sampai jatuh talak di kamar pondokan (bayangkan, mereka sedang berhaji!), seorang istri yang suka melawan suaminya dan akhirnya sempat hilang selama 3 hari gara-gara tidak menuruti kata-kata suaminya, sampai dengan romantisme pasangan manula yang sangat kompak dan kelihatan masih sangat menggairahkan bagi satu sama lain, semua menjadi pelajaran berharga buat kami yang waktu itu baru saja memasuki gerbang pernikahan. Banyak tauladan yang kita lihat, untuk dicontoh dan juga dihindari. Sering sekali setelah menyaksikan suatu kejadian, kontan kita berdua saling berpandangan penuh arti, dan serta merta dalam hati berjanji untuk tak henti memantapkan niat dan tekad karena Allah SWT, dalam mengarungi bahtera kami berdua nantinya.

 

Pernah suatu kali kita sedang mengobrol santai membahas pekerjaan si mas yang masih serabutan, dan berandai-andai sekaligus merencanakan tentang nasib ekonomi keluarga kecil yang baru kami bangun ini. Obrolan ringan dan santai, penuh khayalan khas pasangan muda (ciee hehe). Seperti, bagaimana nikmatnya kalau suatu hari nanti kita bisa membeli rumah sendiri, saat itu malah kami sedikit eyel2an karena mas mengungkapkan keinginannya untuk membangun rumah yang ada menaranya (kaya masjid), dan saya menganggap itu sangat konyol :D. Saat itu hampir ashar di pelataran masjidil haram ketika kami sampai pada kesimpulan betapa khayalnya kami, mengingat pekerjaan mas pun masih serabutan. Pekerjaan-pekerjaan khas mahasiswa gitulah... :D.

 

Tiba-tiba, ada seorang Bapak yang mengaku jamaah haji dari sebuah daerah di Madura mendekat. Sama dengan hampir semua orang, dia berkomentar sangat mendukung dengan pernikahan kami. Dengan bijak dia menasihati bahwa urusan rezeki, semua Allah yang mengatur, dan ketika manusia sudah menggenapkan separuh agamanya dengan menikah, Allah berjanji akan mencukupkan apapun kebutuhan. (Bingung juga, apa dia memang menguping obrolan kami ya? Perasaan, nggak ada orang didekat2 kami sebelumnya...). Tak lama kemudian dia menunjuk ke suatu arah, dan dia pun mulai bercerita tentang Biir Zam-Zam, titik dimana air zam-zam dulunya pertama kali memancar. Tak banyak jamaah yang tahu keberadaan sepetak lingkaran marmer bertanda khusus diantara pintu masuk sumur zam-zam dan Ka’bah itu. Si Bapak ini kemudian memberikan secarik kertas berisi lafal do’a dan menyuruh kita berdua untuk membaca do’a ini diatas tanda Biir Zam-Zam ketika selesai kami tawaf. Kami masih persis ingat betul pesannya, “Panjatkanlah do’a ini kepada Allah di tanda Biir Zam-Zam itu. InsyaAlloh, biar kata kamu nanti cuma jualan PAKU sekalipun, orang-orang yang membelinya akan merasa membeli emas...”. Ketika kami masih mencoba membaca tulisan di secarik kertas itu, si Bapak pun sudah pergi menghilang entah kemana, tanpa kami pun mengetahui sekedar siapa namanya.

 

Saat itu, bahkan ketika kami memanjatkan doa seperti yang dinasihatkan si Bapak itu, tentu saja sama sekali tidak ada satupun dari kami yang tahu atau mengira, bahwa sampai detik ini pun, nafkah yang kita dapat untuk hidup keluarga kita adalah hasil dari usaha suami yang distributor PAKU!!

 

Termasuk didalamnya, satu kejadian “ajaib” terjadi pada kami berdua melibatkan sesosok wajah bercahaya berbaju jubah putih yang “misterius”. Suatu siang yang terik kami berdua mengalami hari yang sial (belakangan kita setuju hari itu bukanlah hari sial, malah sebaliknya). Dengan berjalan kaki dan lupa bawa dompet (sehingga kehabisan uang setelah sekedar uang yang kami bawa di kantong habis), kami tersesat di sebuah jalan sepi ditengah padang pasir. Ini agak mengherankan karena biasanya suami sangat teliti mengingat jalan. Setelah hampir 4 jam berlalu, sudah menjelang malam dan kami belum juga menemukan arah kembali. Jalanan sepi tak meninggalkan banyak orang ataupun bus/taksi yang bisa kami tumpangi. Lapar, lelah, tak ada uang sepeserpun dan sedikit putus asa, suami memutuskan untuk duduk istirahat.

 

Nggak jelas darimana asalnya, tiba-tiba saja si sosok ini menghampiri kami berdua. Kulihat dia membawa tas kresek hitam yang kelihatan penuh. Setelah berkenalan (dia mengaku orang Pakistan yang bekerja di Saudi) dia mendoakan rumah tangga kami dan mengungkapkan betapa gembira dan bersyukurnya dia melihat 2 orang yang masih sangat muda tetapi sudah mau menikah. Tak disangka, diapun menyerahkan kresek hitamnya, “sebagai hadiah” katanya. Diapun berlalu, meninggalkan kami yang melongo saling pandang demi melihat kresek yang penuh dengan buah-buahan, minuman dan roti. Si kresek itulah yang kemudian memberi kami energi untuk berjalan kembali, dan ajaib, tak kurang dari 1 jam kemudian, kita sudah berhasil menemukan jalan pulang.

 

Oya, sebelum menyerahkan kreseknya, sosok berwajah mengagumkan itu membuat kami berjanji membawa pulang 2 nama yang kelak akan kami pakai menjadi nama anak-anak kami. Omar dan Namira. Sepasang nama laki-laki dan perempuan. Sekarang, sepasang anak kamipun sudah menyandang nama titipan itu. Omar Charis Atthabrizi (Abe) dan Namira Bai’atifa Azzahra (Bea). Yang lucu (dan agak ajaib), bertahun kemudian setelah kami tanya sana-sini ke teman yang mengerti Bahasa Arab, ternyata kata-kata Omar merujuk kepada makna “Singa” sedangkan Namira pada makna “Singa Betina”. MasyaAlloh…(ternyata aku melahirkan sepasang “singa” ya… :D)

 

Hal-hal yang dulu kurang kupercaya (karena hanya kudengar dari cerita orang) ternyata memang nyata terjadi didepan mata kepalaku sendiri menimpa kami. Dan bukan hanya yang kutulis disini, masih ada beberapa cerita “ajaib” lainnya (terlalu panjang kalau ditulis semua kayaknya ya...:D). Apapun itu, perjalanan haji kami yang pertama ini sungguh suatu nikmat anugerah Allah SWT yang akan terus terasa nikmat dan hikmahnya sampai kapanpun...

 

Ide menikah muda yang sudah bersarang dibenakku sejak lama bahkan sebelum aku tumbuh remaja, dalam prakteknya ternyata tidak seindah dan semudah yang kubayangkan sebelumnya. Setelah masa newlywed yang menggetarkan hati, dimulailah babak baru dalam pernikahan kami. Babak yang akan paling banyak menunjukkan arti sebuah pernikahan. Sisi baru yang menguji semuanya… penyatuan 2 hati menjadi 1 bahtera kehidupan yang bernama Rumah Tangga.

 

Bagaimana itu? Perasaan postingan ini udah teralu panjang deh... Bersambung dulu aja ya… :D

 

84 komentar:

  1. sama nih kayak saya :P

    BalasHapus
  2. myr, jangan dudul ya...dari kemarin commentnya ini mulu : "sama nih kaya saya"...aku kan jadi penasaraaannn....crita dooonnnggg....!!! *memelas memohon setengah menuntut dan memerintah*

    :D

    BalasHapus
  3. Subhanallah, beneran menggetarkan, Mbak :). Banyak kejadian 'ajaib'-nya! Duh, kapan ya bisa ke tanah suci...

    BalasHapus
  4. walah...bener2 menggetarkan....

    BalasHapus
  5. Subhanallah. Saya jadi speechless

    BalasHapus
  6. cerita yang banyak maknanya mbak...

    BalasHapus
  7. ehehehehehe..... lha emang sama kok! :P
    waktu selesai resepsi, teman2 baik saya ngumpul ngobrol nemenin saya makan (yang akhirnya gak jadi2 makan), mereka bilang; tau gak sih loe anak2 tuh pada ngiranya loe kawin cepet gini soalnya loe waktu itu pergi ke singapore abis ngegugurin kandungan! ada juga yg bilang loe skg lagi hamil, jadi loe married by accident! eh, eh btw, suami loe umurnya 30an yah myr? 33 bukan?

    nah kayak gitu tuh mbak komen temen2, padahal saya gak hamil and suami baruuuu aja 24 ;)

    komen sodara2; alaaah paling dia males kuliah, alaaah suaminya matre ya<----(yg ini jahat banget nih, sampe mertua sempet sakit hati), alaaah masih kecil, maja gitu mana bisa berkeluarga, paling kawinnya cepat cerai kayak orangtuanya

    komen ortu pihak nyokap:(sebelum kawin) myr, yg jujur ya, kamu sudah ngapain aja? kamu belum macam2 kan? kamu yakin?


    semua pihak rasanya menyangsikan dan suudzon sama kami.....

    BalasHapus
  8. walaaah rame juga tuuch ceritanya...tapi nikah muda is the best lageee

    BalasHapus
  9. hehehe biar critanya ada gak samanya, tp aku jg nikah muda lho mbak..lha wong sebulan stlh sidang skripsi dinyatakan lulus kuliah lsg nikah, sebulan abis nikah lsg hamil..2 bln kemudian keUK, nikah diUK wis beruntun terus..hehehe

    thx for sharing mbak Wahida...smg tetap menggetarkan hati...

    BalasHapus
  10. Ya Allah, mudahkanlah mbak Leila untuk mengunjungi baitMu dan Madinah, lapangkanlah jalannya, berkahilah rezekinya, lindungi dan selamatkanlah seluruh keluarganya...amin..

    *hug* :x

    BalasHapus
  11. terimakasih commentnya mbak yusy, sampai sekarang kalau ingat masa-masa yang lalu itu juga masih tergetar hati ini..hehe...

    BalasHapus
  12. hihi peluk saja sini ah, mbak lily... :D

    BalasHapus
  13. terimakasih mbak, harapan saya juga semoga ceritanya bisa diambil hikmahnya :-)

    BalasHapus
  14. iya, memang sedih banget karena banyak yang meremehkan kami juga dulu pada awalnya... tapi untungnya kami didukung orangtua... gosip hamil yang menimpaku dulu itu juga terjawab dengan sendirinya setelah beberapa bulan kemudian kami berangkat haji (ibu hamil dari indonesia mana boleh pergi haji kan??) :D

    wah myr, ternyata jalanmu lebih terjal dan berbatu dari aku ya...subhanalloh... *hug*
    ngomong2 sekarang udah berapa tahun nih?

    BalasHapus
  15. very challenging...but i believe it is.. :-) makasih komennya ya rosi... :-)

    BalasHapus
  16. aminn...wah aku melongo juga liat kisah sekilasnya mbak luki...it must be the heck of a year for you ya mba!! :o

    BalasHapus
  17. seru banget kejadian di tanah sucinya..jadi kepingin berangkat haji juga nih..Kapan yaaaaaaaaa...????

    BalasHapus
  18. mbaaaak.....aq bnr2 seneng bgt tau crita dr mbak...ya ttg pernikahannya,ya ttg putra-putrinya...pokoke kabeh....hihi intinya seh, pastinya ada yg bs tya ambil utk jd pelajaran..:-) tengkyu for sharing...

    BalasHapus
  19. mbaaaaak....apa "pabrik" yg sering mbak sebut2 itu ya "pabrik paku" yg terkenal seantero dunia surabaya??

    BalasHapus
  20. ternyata menarik juga cerita cintanya mba kita ini...
    mudah2an menggetarkannya masih terus dunk...*winkwink*

    BalasHapus
  21. penasaran..penasaran...
    (mestinya malam ini posting seri ketiga nih, biar besok bisa dibaca)

    BalasHapus
  22. Subhanallah
    jd pengen ke tanah suci. Hampir sama denganku. Pas aku mutusin nikah semester 7 , temen2ku pada GEGER dikampus. Karena aku orng pertama. Alhamdulillah. Walau awal2 menikah sempet byk kagetnya. Cuman aku belom byk ceritanya nih, krn baru 1,5 tahun menikah. Kayaknya aku hrs byk belajar dr mbakku yang cantiq ini. ^_^

    BalasHapus
  23. ceritane menarik lo....bisa dibuat sinetron he he he...tp asli aku salut....pokoke jempol !! Wah jangan2 ketemu ama bapak2 si sn itu malaikat yo.......

    BalasHapus
  24. semua nggak terduga mbak lussy, soalnya sebelumnya aku agak2 kurang percaya kalau mendengar cerita2 kaya gini...aku selalu mbatin "ah jangan2 orangnya aja yang drama queen dan terlalu membesar2kan", gitu.... :D

    Ya Allah, mudahkanlah mbak Lussy untuk mengunjungi baitMu dan Madinah, lapangkanlah jalannya, berkahilah rezekinya, lindungi dan selamatkanlah seluruh keluarganya...amin..

    *hug* :x

    BalasHapus
  25. sama-sama tya...seperti juga semua orang yang kukenal, aku pun banyak belajar juga dari kamu, adik cantik...*hug* :-)

    BalasHapus
  26. hemm...maksudmu pabrik yang mana itu ya..?? *mikir*

    BalasHapus
  27. hihihihih *balas dendam nih ceritanya, gara2 kemarin tak godain masalah hasil karya suami itu ya? kikikik*

    alhamdulillah masih kok...*MODE sok malu2 tersipu : ON*

    BalasHapus
  28. ibarat film sekuel, kalo terlalu dekat jarak tayangnya kan kurang seru mas, hueheheheheh *masih nyari2 mood menulis yang gak tau nyempil dimana ini* :D

    BalasHapus
  29. wah, masih baru nih, masih sangat menggetarkan dong... *winkwink*

    apapun itu La, susah senang, pahit manis, semua pantas untuk dinikmati dan diambil hikmahnya...insyaAllah 10-15 bahkan 20-30 tahun yang akan datang, apa yang terjadi sekarang pasti akan menjadi harta karun berdua yang tak ternilai harganya *hug*

    BalasHapus
  30. asal jangan sinetron horor aja ya hihihih *ada produser disini yang mungkin tertarik?* ;-D
    tentang si bapak misterius itu, komentar orang-orang yang kuceritain juga pada gitu...yah, wallahu a'lam bissawab, hanya Allah yang tahu...yang jelas, tugas kita manusia kan hanya menemukan hikmah, dan hikmah dari kejadian itu sangat berkesan bagi kami berdua..itu aja :-)

    BalasHapus
  31. subhanallah... cuma bisa bilang.. "pengen nikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah.."

    BalasHapus
  32. wecks, ocha....*melongo* panjang banget teriaknya ya... hehe
    ya deh, kudoakan dilancarkan dan dimudahkan Allah.....amiinnn... :-)

    BalasHapus
  33. Duh..pengen bisa berhaji bareng suami...(lhooo ceritanya masih bersambung niy??).

    BalasHapus
  34. Ya Allah, mudahkanlah Lessy dan suami untuk mengunjungi baitMu al-mukarromah dan Madinah, lapangkanlah jalannya, berkahilah rezekinya, lindungi dan selamatkanlah seluruh keluarganya...amin.. :-)

    (ramadhan gini, agak2 kehilangan mood menulis, ada yang tau nggak ketlisut dimana mr.mood ku? hihihi)

    thx udah mampir ya less, aku juga sudah banyak sekali menemukan hikmah dari MP mu :-)

    BalasHapus
  35. wah ngebaca cerita mba myrna yg ini, jadi kena giliran nih aku bilang :
    "samaa dooong sama aku.."
    heuehuehu..
    aku sempet dilanda gossip juga, padahal ngga muda2 banget aku nikah (long story-short).
    titik kulminasi gosip tercapai waktu aku ALHAMDULILLAH langsung hamil, sebulan setelah resepsi.
    komen2nya ; "naaah bener kan.. M.B.A", "lhoh kok cepet?!"
    amit2 dah..

    BalasHapus
  36. mba wahida... seru banget!!! cepat cepat bukukan!... bukan buat laku2an atau bisnis, tapi cerita seperti ini kan bagus buat insipirasi kaum yang phobi kawin muda.
    Kalo ndak gabungin ama pengalam2an temen2 lain yg juga sepengalamain (kawin muda). Jadi deh buku bacaaan seruuu..
    PS: aku pernah baca buku ky gini, tapi tentang pengalaman2 polygami. Bagus banget.

    BalasHapus
  37. aku juga nikah muda ant... (ijab siri tanpa surat-surat) ih... sudah lama aku tidak memanggil suamiku yusuf ... ( ijab siri bersyahadat... gilé tidak pernah kenal agama islam éééé.......... dia langsung hafal syahadat ... aku panggillah dia yusuf ...

    BalasHapus
  38. nah kan, Rasulullah memang bilang kalau akan ada masa dimana orang-orang yang niat melaksanakan ajaran Islam akan dianggap aneh...nikah muda dianggap MBA...:-S

    aku suka ngobrol sama ibukku : enak juga kok digosipin yang nggak nggak, siapa tahu timbangan dosa bisa berkurang hihihihihihi :D

    BalasHapus
  39. "Elly Lubis" Elly Lubis" Elly Lubis"23 September 2007 pukul 15.40

    subhanallah..!! jadi pengen honey moon di saudi! :)

    BalasHapus
  40. idenya bagus juga, hehehe...hemm, gimana myrna? *senggol myrna* mau nggak? :D
    yang lain, yang lain...? *winkwink*

    yang jelas irma yang nanti harus bikin desain covernya yaaaa... :D

    BalasHapus
  41. wah, satu lagi cerita yang menarik nih...mana settingnya beda bangsa beda benua lagi...seru nih Lia untuk ditulis di blog... huehehehe

    BalasHapus
  42. naik onta berdua ya bunda... :D

    BalasHapus
  43. Subhanallah, benar benar amazing mbk.....

    BalasHapus
  44. mau donggggg digosipin :P

    BalasHapus
  45. Beby Haryanti Dewi Maulana24 September 2007 pukul 00.07

    ajaib ajaib.... senang ya mbak mendapat keajaiban di tanah suci... moga hajinya mabrur... insya Allah...

    BalasHapus
  46. saya saja kalo merenungi perjalanan hidup rumah tangga masih suka melongo sendirian...semua semata-mata atas kehendak Allah yang Maha memberi berkah... :-)

    BalasHapus
  47. semacam serasa jadi artis selebriti ya myr?? :D

    BalasHapus
  48. amin, amin, amin, 1000x mbak beby...terimakasih doanya *hug* :-)

    BalasHapus
  49. *~yulianti ismail~*9 Oktober 2007 pukul 09.39

    Kapan ya yuli bisa naik haji, do'ain ya...

    BalasHapus
  50. insyaAlloh Yul...niat yang sudah tertancap dalam hati begini, insyaAlloh pasti terberi... :-)

    BalasHapus
  51. sekali lagi ah mbak.. lagi gratis ini yak

    "pengen nikaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah"

    BalasHapus
  52. waaaahhhhhh ocha....kenceng banget ini teriaknya hehehehe
    iya iya...keliatan kok dari blogmu... (qiqiqiqiqiq)
    amin....semoga tercapai keinginannya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa <---sama panjangnya kan?? ;-)

    BalasHapus
  53. Duh ceritanya layak diterbitkan jadi novel nih Mba. Subhanallah saya cemburu Mba, napa dah setua ini masih sendiri hehehehehehe

    BalasHapus
  54. hemm enaknya dikasi judul apa ya novelnya? hueheheheh thx Ven...

    mudah2an segera "tidak sendiri"...aminnn :-)
    (liat fotonya kayanya belum tua-tua banget juga tuh):b

    BalasHapus
  55. :)
    saya menikmatinya :)

    BalasHapus
  56. selamat menikmati :-)

    *kok kaya tulisan di dus kue yak??? :D*

    BalasHapus
  57. ~``~`~ LittLe AnGeL14 Februari 2008 pukul 17.52

    Subhanallah aku merinding baca na mba'
    lanjut lagi... ada yg ke 3 yah

    BalasHapus
  58. subhanalloh...Allah memang Maha Besar dengan bejuta cara ya :-)

    huehehehe silakan mabok deh, jangankan yang ke3, yang ke7 aja ada hihihihi thx ya :-)

    BalasHapus
  59. Subhanallah.. Pengalaman ajaib memang kerap kita temui di tanah suci.. Membuat tambah keyakinan kita pada kebesaran Allah. Allahu Akbar

    BalasHapus
  60. wahida ariffianti10 Juni 2008 pukul 15.29

    benar mbak unique... :-)
    terimakasih sudah mampir dna komentar yaa.... :-)

    BalasHapus
  61. jodoh adalah urusan ALLAH...kapanpun itu..muda alhamdulillah, tua pun alhamdulilah...selamat atas semua pengalaman hidupnya....insyallah istiqomah dalam menjalani hidup di jalan ALLAH..amin . salam kenal dari Cilacap

    BalasHapus
  62. betul sekali mbak Eka :-) yang penting adalah bagaimana kita mensyukuri semua yang Allah gariskan buat kita
    makasih banyak sudah mampir kesini dan komen :-)
    ngomong2 saya belum pernah ke cilacap lho, sama sekali :-)

    BalasHapus
  63. Berarti dah berapa taun menikah?

    BalasHapus
  64. heuheu kami menikah tahun 1996, jadi sekarang ya sudah 12 tahun mas :-)

    BalasHapus
  65. Namanya bermakna indah say...
    tapi kenapa jadi disingkat pendek tanpa makna gitu ? *protess*

    BalasHapus
  66. pendek tanpa makna?? hehe maknanya ada di aku kali vienn :-D

    BalasHapus
  67. Buk, perjalanan hajinya indah ya. *terharu*
    InsyaAllah kami juga kan berangkat Haji tahun ini, tapi hati kadang masih ketar-ketir diuji dengan sesuatu yang 'ajaib' juga nnt. Maksiatku sungguh banyak...ah dapatkah aku melaluinya..:'(

    BalasHapus
  68. Allah paling dekat dengan hati kita Vienn...dan insyaAllah Dia akan menjadi persis seperti yang kita sangkakan

    jadi mending kita berbaik sangka kan?? bulatkan tekad hanya untukNya, insyaAllah tenang...
    tahun ini? berangkat dari Perth apa dari Indo?? semoga lancar dan mabrur ya :-)

    BalasHapus
  69. honeymoon yg seru.. hmm pengalaman berhaji memang indah yah Da... that was the most precious moment in my life, my 1st hajj..

    BalasHapus
  70. betul, dan walopun kemudian kembali kesana pun, nothing can beat the first one!! **ya nggak?** :-)

    BalasHapus
  71. *langsung lari ke postingan berikutnya*

    BalasHapus
  72. wahida ariffianti23 Maret 2009 pukul 22.11

    pelan2 larinya.... **suer kukira mbak wiwie udah baca postingan ini dari dulu loh**

    BalasHapus
  73. Cerita yang indah.

    Thanks for sharing..

    BalasHapus
  74. wahida ariffianti25 Mei 2009 pukul 04.27

    terimakasih sudah mampir dan komen mas Tomi....
    yang bikin skenario memang yang Maha luar biasa :-)

    BalasHapus
  75. Retno Setianingtias6 Juni 2009 pukul 16.54

    Adohhhh.. mbakkkkk mbok kalo crita jangan secuprit2 ,, aku kepengn baca yang detailnyaaaaa!!!! hahaha,,

    BalasHapus
  76. duh bagus banget ceritanya................... pikiran aq tidak tenang sebelum menikah... knp ya mba????

    BalasHapus
  77. wahhhh mbak serius q sampai merinding bacanya.... hehehe.... terutama bagian waktu haji... pingin ngerasain ke ajaiban2 kayak gitu...

    BalasHapus
  78. Awaluddin Agung Prabowo12 November 2010 pukul 19.18

    wah, mbak..saya masih setia lho baca tulisannya. Part 2 niyh...pengen deh bisa nulis kayak gini. Tapi qo terbentur mau mulai dari mana dan apa yang akan di tulis. JEMPOL mbak...untuk tulisannya....ceritanya penuh hikmah !

    BalasHapus
  79. Coment '12... (maklum newbi hehe)... Like u'r story mba^^... Pengen bisa menunikan ibadah haji, Bismillah, smoga Allah memudahkan. Mo mantengin tulisannya mb lg.. Oya, salam kenal ya mb :)

    BalasHapus
  80. hahahahaha nanti deh kalo udah pede nulis "behind the curtain" wkwkwkwk *ini bukan janji loh* :D

    BalasHapus
  81. ganggi, wah kenapa ya? *balik bertanya*

    hehe makasih sudah meluangkan waktu mampir kesini :)

    BalasHapus
  82. Qiqi, makasih, aku juga merinding waktu mengalaminya, menulisnya, bahkan sekarang ketika membuka lagi halaman ini *lebay deh* huehehehe siap2lah akan datangnya keajaiban itu Qi ;)

    BalasHapus
  83. wah, aku sekarang malah blocking lagi kehilangan mood nulis, gimana dong hiksss *malah balik cuhat*

    BalasHapus
  84. Amminnnnnn, InsyaAllah ya Fide, met kenal juga n thankyou udah mampir kesini :)

    BalasHapus