Senin, 17 Maret 2008

Enam Pertanyaan


Diambil dari sini. Just wanna share, dari salah satu tokoh pemikir paling jenius sepanjang masa, semoga bermanfaat untuk kita semua...


ENAM PERTANYAAN AL-GHOZALI

Suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu Imam Al-Ghozali bertanya, pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS:Ali-Imran 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga. “Apa yang paling besar di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu” (QS:Al-A’Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

Pertanyaan keempat adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”. Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawapan hampir benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “memegang AMANAH” (QS:Al-Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Pertanyaan yang kelima adalah, “Apa yang paling ringan di dunia ini?”. Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan solat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat.

Lantas pertanyaan ke enam adalah, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”. Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang… Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Al-Ghazali

:::::.....

36 komentar:

  1. syukron katsir, mbak.. telah mengingatkanku lagi. :)
    jazakillah khoyr. amiin..

    BalasHapus
  2. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 15.54

    sama-sama, yang lebih penting ini juga untuk mengingatkan diriku sendiri :-)

    BalasHapus
  3. TFS ya mbak...
    ^_^

    BalasHapus
  4. tks mbak wahida. even from a christian perspective, what imam al ghozali says -as you quote above- is very true. from the history, we learn that he is a great, noble man. muslims must be proud to have him as a 'guru'. have a good day!

    BalasHapus
  5. makasih ya untuk ngingetin ummi lagi, ibuk...iya, aku selalu terngiang2 ajaran Imam Al Ghazali ini
    iya, kematian itu betul deket sekali sama kita, apalagi, beberapa kenalan dan kerabat dekat koq ya wafat mendadak.dan untuk lidah itu juga, duh, jangan sampe menjadi pedang untuk kita ya Da

    BalasHapus
  6. makasih atas remendernya mbak

    BalasHapus
  7. Makasih ya Mbak udah mengingatkan kembali...

    BalasHapus
  8. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.00

    sama-sama ^_^

    BalasHapus
  9. Syanti Dewi Erawati17 Maret 2008 pukul 19.00

    makasih banyaaakkkkkk mba :)

    BalasHapus
  10. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.05

    ini salah satu yang saya kagumi ari mas yanuar, tak peduli darimana datangnya, njenengan selalu menyambut dengan sukacita datangnya sebuah kebenaran... :-)

    iya mas, Al-Ghozali ini, beliau adalah salah satu tokoh yang banyak menghias dongeng2 saya untuk anak-anak... :-)

    BalasHapus
  11. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.06

    iya mbak, lidah ini lho memang, hiksss.... :-((

    BalasHapus
  12. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.06

    sama-sama La :-)

    BalasHapus
  13. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.08

    sama-sama mas, diatas segalanya ini adalah reminder buat aku sendiri :-)

    BalasHapus
  14. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.08

    sama2 La, mudah-mudahan aku juga nggak lupa :-)

    BalasHapus
  15. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.09

    sama-sama banyak juga Tetehhhh... :-)

    BalasHapus
  16. Hmm.. TFS ya mbak ^___^

    BalasHapus
  17. makasih mba...

    BalasHapus
  18. iya ya mba' ... jadi inget dosa nih ...
    makasih ya wis ngingetin ...
    coba kita bisa pergi ke masa lalu ya mba' ...

    BalasHapus
  19. matursuwun mbak nggih,,,mpun dielingne,,,
    tapi kalo di mp lidah bisa sama dengan tulisan kayaknya,,,

    BalasHapus
  20. wahida ariffianti17 Maret 2008 pukul 19.52

    >>> retna, mba asri : sama2 semoga kita semua selalu teringatkan :-)
    >>> henny : iya, ya itulah hen.... **sampai gak bisa komentar lagi aku** :-(
    >>> yunari : sama2 ini pengingat untuk aku juga kok :-) iya kalo i mp, keyboard lah lidah kita :-)

    BalasHapus
  21. waduh berat mbak berat...
    masih suka molor solatnya, masih suka menggunakan waktu dengan tidak bijaksana, masih suka melalaikan kewajiban, kerja seenaknya, dan lupa kalo kita bisa mati

    BalasHapus
  22. Arie - Bunda Icha Anakku Sayang17 Maret 2008 pukul 21.47

    makasih sahrenya mbak wida..sangat bermanfaat

    BalasHapus
  23. Makasi banyak Mba di ingatkan lagi, untung deh di jewer kalo tdk lupa lagi hehehe

    BalasHapus
  24. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 00.00

    hikss...sama mas... sama beratnya ini buat kita semua... hikss... :-((

    BalasHapus
  25. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 00.01

    sama-sama mbak Arie.. :-)

    BalasHapus
  26. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 00.01

    hueheheh

    sebelum menjewermu, aku akan pastikan untuk menjewer juga kedua telingaku sendiri kuat-kuat Ven :-D

    BalasHapus
  27. Duh berarti harus siap2 nyari pegangan yang kuat nih sebelum di jewer hehehehe

    BalasHapus
  28. kalo aku bukan serasa dijewer lagi nih!

    posting ini nendang banget, jadi ya serasa ditendang abis-abisan nih!
    TFS, mbak.

    *INSAAAAF.... INSAAAAAAFFFF.... kapan mau benar-benar INSAAAAAAAFFF??? huwaaaaaaaaaaa*

    BalasHapus
  29. tfs mbak... btw, kalo chatting/nulis komen termasuk kategori 'lidah' gak ya? kan bisa tajem juga...

    BalasHapus
  30. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 15.23

    gak perlu juga sih, wong yang njewer sudah sempoyongan sendiri habis menjewer diri sendiri :-)

    BalasHapus
  31. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 15.24

    lama-lama komentar2 jadi agak vandalisme...ada yang dijewer, ada yang ditendang... halahhh... :-D

    semoga bermanfaat buat kita semua Rik :-)

    BalasHapus
  32. wahida ariffianti18 Maret 2008 pukul 15.25

    pasti, insyaalloh iya Rind...dalam hal ini, keyboard adalah lidah kita kan? :-)

    BalasHapus
  33. Rosalina Zulkarnain21 Maret 2008 pukul 10.47

    Mengena banget mbak..:) Thanks for sharing yaa. Multiply ku udah tak aktifin tuh. Hihihihiy..kangen ama temen2 di MP..:)

    BalasHapus
  34. Rosalina Zulkarnain21 Maret 2008 pukul 10.47

    Mengena banget mbak..:) Thanks for sharing yaa. Multiply ku udah tak aktifin tuh. Hihihihiy..kangen ama temen2 di MP..:)

    BalasHapus
  35. wahida ariffianti21 Maret 2008 pukul 16.51

    weeeee asiikkk bu dokter gigi udah ngempi lagi hehehehe

    sama2 Mbak Ros, gambare Shafiya lucuuuu :-D

    BalasHapus