Selasa, 25 Maret 2008

[Samita] The Review


Inilah buku yang seminggu ini menyihir dan menyeretku ke masa 600 tahun yang lalu ketika Majapahit berada di bibir jurang sejarah. Bahkan Abe pun tertarik dengan ceritanya, dan selalu meminta update setiap aku menyelesaikan satu bab. Tadi malam, endingnya benar-benar sukses bikin aku meriang!! Aku benar-benar terkena dengan telak oleh Tasaro kali ini.

“SAMITA – Bintang Berpijar di Langit Majapahit” 

Di review ini akan kutulis saja narasi di 2 versi covernya. Untuk membedah apa saja isi bukunya yang membuatku tersihir, aku akan perlu banyak postingan tersendiri. Tentang Hui Sing alias Samita sendiri, tentang kebesaran nama gurunya Laksamana Cheng Ho yang sama sekali bukan omong kosong, tentang cinta sejati yang pada akhirnya hanya akan menjadi hak Allah SWT semata, tentang indah dan dalamnya filsafat kuno Jawa, tentang menelusupnya ajaran agama Islam ke Jawa Dwipa, tentang carut marut politik dan kekuasaan yang menggerus hati nurani siapa saja, tentang saratnya pelajaran yang bisa diambil dari sejarah, duh banyak!!

Aku, adalah orang yang sangat malas belajar sejarah, bahkan sejarah leluhurku sendiri karena terlanjur tumbuh dalam keluarga Jawa yang sudah tidak njawani lagi. Nilai-nilai agama Islam selalu lebih dikedepankan dalam keluargaku. Tetapi setelah membaca buku ini, kebanggaanku tiba-tiba membuncah tumpah ruah. Kebanggaan karena merasa sangat beruntung ditakdirkan menjadi Muslimah...dan menjadi orang Jawa!!

**sekarang, aku tak akan perduli lagi tentang harga, itu buku-buku "Gajahmada" yang setebal bantal bakalan kuborong semua serinya!!** :-D

**sakaw euuyy** :-D

So, one thing I can leave you with, is this : BACA BUKUNYA!!... BACA BUKUNYA!!... BACA BUKUNYA!! (ok, that was three things..) :-D

:::::.....

Kegelisahan mencuat di hati Hui Sing. Pelayaran pertamanya ke Jawa Dwipa dihadang peristiwa mengenaskan. Ratusan ping-se (tentara) Kekaisaran Ming dibantai pasukan Majapahit. Saat itulah, kitab pusaka “Kutub Beku” milik gurunya, Laksamana Cheng Ho, raib. Celakanya, hanya dia, Juen Sui dan Sien Feng (ke-3 murid Cheng Ho) yang dicurigai sebagai pencuri kitab ilmu tenaga dalam aliran thifan pokhan itu.

Demi kepentingan negara, Cheng Ho menunda penyelesaian kasus itu. Dia memimpin ribuan ping-se menuju Majapahit, menemui Prabu Wirakramawardhana, menuntut pertanggungjawaban Raja Majapahit itu.

Sampai di kotaraja Mojokerto, Keraton Majapahit diguncang rajapati (pembunuhan). Cheng Ho menduga, pembunuh yang berkeliaran di keraton ada hubungannya dengan pencuri Kitab Kutub Beku. Benarkan demikian? Lalu, siapakah diantara ketiga murid Cheng Ho yang mencuri Kitab Kutub Beku, sekaligus mengkhianati perguruan? Ataukah, ada orang lain yang bertanggungjawab terhadap peristiwa menggemparkan itu?

Ketika Majapahit terpinggirkan ke bibir jurang sejarah, Hui Sing melahirkan dirinya sendiri, menjadi sosok baru laksana samita (bintang). Bersinar tanpa lelah...

:::::.....

Hui Sing harus meninggalkan Tiongkok, mengikuti gurunya, Laksamana Cheng Ho. Sampai di tanah Jawa, gadis belia ini terjebak dalam perseteruan berdarah saudara antara Majapahit dan Blambangan. Cintanya jatuh kepada orang yang salah, bahkan nyawanya terancam oleh pengkhianatan beruntun. Dalam harapan yang hampir putus, napas nyaris mendekati ujungnya. Hui Sing memutuskan untuk bangkit, melawan takdir!

Novel berlatar belakang keruntuhan kejayaan Majapahit ini menghamparkan perjuangan panjang seorang pendekar Muslimah dalam menemukan jati dirinya. Terpisah ribuan mil dari tanah kelahirannya, Hui Sing berjuang seorang diri meredam pengkhianatan, menundukkan penguasa bodoh, sekaligus menemukan cinta sejatinya.

:::::.....

“Tasaro adalah penulis muda yang mau berkeringat dan berdialog dengan sejarah. Semoga Tasaro terus bersemangat menggali warisan sejarah.” – Taufiq Ismail (sastrawan).

“Tasaro meramu cerita sejarah, jurus-jurus silat ala Kho Ping Ho, dan kisah cinta... lebih berfantasi!” –Koran Tempo

:::::.....


94 komentar:

  1. .:: Nur Samsi ::.25 Maret 2008 pukul 18.09

    gak kurang dowo ta blognya?

    BalasHapus
  2. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.10

    gpp panjang mas, yang penting sampeyan baca ya bukunya... hueheheheheh :-b

    **walaupun cukup geli hanya membayangkan mas samsi pegang buku ditangan kiri dan baygon ditangan kanan** :-D

    BalasHapus
  3. .:: Nur Samsi ::.25 Maret 2008 pukul 18.15

    senenganku cuma baca kitab kuning wae :)

    BalasHapus
  4. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.17

    kitab kuning terbitan negoro endi hayoooo??? :-b

    BalasHapus
  5. Selama ini baru baca karya nonfiksi Tasaro (cerita awal pernikahannya) dan lumayan suka. Udah banyak yang cerita bagusnya Samita, jadi pengin beli tapi... hmm... nunggu bulan depan kali ya (semoga rapel kenaikan gaji udah turun). Oya Mbak, Al Hikmah masuk Nova ya... Kemarin baca, tentang market daynya yang diulas.

    BalasHapus
  6. .:: Nur Samsi ::.25 Maret 2008 pukul 18.18

    domino maksudku :D

    BalasHapus
  7. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.26

    gpp La, yang penting baca, gimana pun caranya!! percayalah, orang seperti kamu **seperti apa?? hihihi** nggak akan mau dan rela melewatkan yang satu ini!! :-D

    Tabloid Nova? wah aku blum tahu, sekarang mo kedepan kompleks ah, beli Nova..thx infonya ya :-)

    BalasHapus
  8. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.27

    yang ada gambarnya itu kan??? :-b

    BalasHapus
  9. .:: Nur Samsi ::.25 Maret 2008 pukul 18.31

    yang gambar pentol item2 itu lo....itu kuning kan ? kitab kuning.. hehehe

    BalasHapus
  10. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.33

    wahhhh kalo itu mah bukan kitab kuning mas...tapi kitab item!!

    **dasar dudul** :-)))

    BalasHapus
  11. .:: Nur Samsi ::.25 Maret 2008 pukul 18.45

    iki lo maksudku mbakyuuuuuuuuuuu.....

    BalasHapus
  12. itu beneran mbak Samita muridnya Cheng Ho? atw cm fiksi aja?

    BalasHapus
  13. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.56

    hueheheeheheh :-D

    BalasHapus
  14. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.58

    dari tadi aku udah search kemana-mana tapi blum juga menemukan bukti bahwa hui sing adalah bener2 nama murid Cheng Ho (Zheng He)...

    **wah tapi kalopun itu cuma fiksi, aku nggak keberatan sama sekali!!! huheeheh very inspiring :-)

    BalasHapus
  15. Makasi reviewnya Da, kutunggu lanjutannya (kalau sempat, pendapatmu pribadi atau apa untuk tambahan)
    Laksamana Cheng Ho memang hebat, salahsatu Muslim terbaik di jamannya
    tapi kasian ya, beliau orang kasim (dikebiri)
    duh, seandainya dia pria sejati, pasti banyak anak yang hebat yang dilahirkan istrinya

    *kebayang betapa rajinnya Tasaro mencari data untuk penulisan novel berlatar sejarah*
    *huhu...coba tau bagus pas Gramedia Cijantung diskon 30% , kan lumayan menghemat*

    BalasHapus
  16. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 18.59

    iya La, ini aku barusan baca!! :-)

    business day selalu seru lho...kapan2 kalo ada aku postingin ya, apalagi tahun depan Abe udah kelas 2 jadi ikut serta hehe

    BalasHapus
  17. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 19.01

    duh Kakak!!!! itu juga lho yang selalu aku pikir setiap kali inget dia itu kasim!! :-D

    ...sayang banget gen-nya ya.... :-(

    BalasHapus
  18. btw.. apaan sih orang Kasim? :-?
    maaf y mbak gga tau..

    BalasHapus
  19. novel novel sejarah emang bikin kita kadang ragu dengan apa yang diajarkan bapak dan ibu guru di sekolah mbak

    (sama juga rahasia meede mbak, kalo ga salah risetnya kan didanai Mizan)

    BalasHapus
  20. ada jurus-jurus silat ala Kho Ping Ho?.. ah saya mesti nabung dulu nih biar bisa beli bukunya :)

    BalasHapus
  21. berarti postingan ini masih ada sambungannya nie mbak...
    (sangat ditunggu)

    BalasHapus
  22. halah mas gede kok ya pake nabung segala lho
    lha itu yang disimpen di bawah bantal buat apa to

    BalasHapus
  23. sepertinya bukunya banyak sih mas... biar belinya sekalian hihii.. dibawah bantal? yang ada cuman sarung bantalnya nih mas.. xixixixix

    BalasHapus
  24. buat saya yang suka banget buku silat ... suka banget nih buku. soal sejarah hanya bonus ... hahahahahha

    BalasHapus
  25. kalo boleh bantu jawab, jaman dulu mereka dikebiri, sehingga menjadi kasim
    orang kasim adalah pria yang tidak bisa berketurunan
    (mengenai tehnisnya bagaimana, maaf saya juga kurang tau)

    BalasHapus
  26. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.09

    hehe iyo kan??

    coba kalo dia punya anak 2 aja, wahhh salah satu atau salah duanya kan bisa mewarisi bakat tenaga dalamnya yang luar biasa itu mas...belum lagi kebijaksanaan dan keluhuran hatinya, duuhhh... :-)

    BalasHapus
  27. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.12

    nah betul! Rahasia Meede memang satu contoh yang amat bagus :-)

    BalasHapus
  28. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.13

    kasim itu orang yang sudah dikebiri, Ma...
    jadi ya dia gak bisa mempunyai keturunan... :-)

    BalasHapus
  29. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.13

    ada!!

    alah gak usah pake nabung...di gramedia bisa kok bayar pake gesek, bli.... :-b

    BalasHapus
  30. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.14

    kumat!
    **nyengir sambil garuk2 kepala**

    BalasHapus
  31. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.14

    tuh kan bli..? :-b

    BalasHapus
  32. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.15

    bukunya nggak banyak kok, cuman satu!! covernya aja yang 2, satu menempel di buku, satunya bisa dilepas...tapi bukunya cuman satu bli...

    *ayo cepetan beli harganya kalo ga salah 30-40 ribuan** huehheh

    BalasHapus
  33. tul banget....
    tinggal gosak gesek (yang dibawah bantal buat jaga jaga aja mbak ya)

    BalasHapus
  34. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.16

    cari didalam sarung bantalnya!!! xixixixi

    BalasHapus
  35. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.16

    cocok nih..!! hehehe

    BalasHapus
  36. kalo sudah kadung jadi kasim.... dikloning aja bu.... sepertinya bukunya seru.... jadi penasaran.... kalo kho ping ho sih sudah khatam beberapa kali.... he.. he.. (itupun waktu SD/SMP)....

    BalasHapus
  37. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.18

    secara jaman dulu belum ada sunat laser....pasti agak2 mengerikan gitu kali ya kak...?

    :-S

    **bayangin golok, pedang, tombak, aduuhhhhhhh**

    BalasHapus
  38. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.19

    iya, buat bayar parkirnya aja bli... :-D

    BalasHapus
  39. mau ikutan sakaw aaahhh.....
    (ntar, setelah selesai baca buku Tasaro yang lain, Pitaloka: Cahaya)

    BalasHapus
  40. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.21

    hihihi dapet sampel DNA nya gimana ya Pak? harus ngubek2 peninggalan sejarah siapa tahu waktu dia bertarung ada sedikit darah **atau ingus** yang menempel di pohon, trus terlindungi madu yang mengerig kaya di jurassic park itu hueheheheheh

    nah, buat penyuka kho ping ho, pasti suka juga sama yang ini :-)

    BalasHapus
  41. husss.... gak usah dibayangin!
    ntar yang lain pada ikutan ngebayangin.... ;)

    BalasHapus
  42. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.22

    Pitaloka, uuhhhh bukunya aku udah lama beli tapi belum kebaca juga...sambil nunggu beli Gajahmada, aku mau baca itu aja ahhh...

    **thx udah mengingatkan ya Rik**:-)

    BalasHapus
  43. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.24

    iya Rik... **nurut**

    I just couldn't help it :-D

    BalasHapus
  44. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.24

    Arik, tumben siang2 ol??? :-b

    BalasHapus
  45. kok ya sampe segitunya bayangin prosesnya

    BalasHapus
  46. eh jadi keingat juga satu novel sejarah yang lain yang belum kubaca dan masih ngendok di lemari, Taj Mahal-nya John Shors.

    *bingung sekarang, Taj Mahal dulu? atau beli Samita dulu?* :)

    BalasHapus
  47. kalo buku beli aja dulu mas
    bacanya kan bisa kapan kapan ya

    BalasHapus
  48. lagi kesel, abis 'dibantai' di meeting pagi.
    ya udah, sekalian aja mbalelo online ngga' kerja. hehehehhe....!

    dah, pulang dulu yaaa....

    BalasHapus
  49. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.29

    :-D

    too much curiousity will obviously kill us, yo mas??

    BalasHapus
  50. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.29

    ya sutralah, baca dulu yang udah kebeli itu :-b

    BalasHapus
  51. wah, para penerbit pasti senang baca komentar mas Yudi ini! :)

    tapi secara penggemar buku, sepertinya saya ikuti saran mas Yudi deh....

    BalasHapus
  52. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.31

    hihihi aku kaya gini banget lho mas... :-D

    BalasHapus
  53. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.31

    oalah...ngambek to critanya hueheheheheh :-D

    BalasHapus
  54. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.32

    woi, katanya mo pulang????

    huehehehe dasar dudul... :-b

    BalasHapus
  55. mbak..jadi nambahin list buku yang musti dibeli pas mudik niyyy...
    mana harus beli seperangkat kebutuhan bayi niyyy...
    duuu kopernya muat ndak ya?...
    yang penting...duitnya mmmmmuuuaaaat ndak yaaaaaaaaaa...
    hehehe....:p

    BalasHapus
  56. kalo mau yang mengharubiru, baca dulu taj mahal.
    kalo mau yang plotnya cepat, silat, dan tricky langsung baca deh tuh Samita.

    karena saya pelahap buku jenis apapun, biasanya punya daftar antri buku yang banyak. kalo lagi pengin nangis bombay baca yang setipe thousand splendid suns, kalo mau yang cekikikan langsung baca Drunken Monsternya Pidi Baiq, kalo mau yang plotnya menantang baca Samita .... tergantung kebutuhan dan mood baca aja ... yang penting tiada hari tanpa membaca dan menulis ...

    BalasHapus
  57. ya deh, nurut... aku pulang.

    *kepala tertunduk sedih, merasa terusir*

    BalasHapus
  58. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.36

    hahahahahah halah gayanya...

    habis ini pasti masih reply lagi... **mana ada orang yang bisa mengusirmu??** :-b

    BalasHapus
  59. *lebih baik telat dibanding bengong*

    mbak..knp laksamana Cheng Ho dikebiri?

    *muka memerah karena yang paling ga gaul diantara semua yang ngasi komen disini.... ^_^

    BalasHapus
  60. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.38

    aduhhh kebutuhan bayi jelas no satu neng... :-)

    ntar kalo mudik, pinjam bukuku aja, ok?? hehehe

    BalasHapus
  61. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.43

    nah! tips yang sangat menarik dari mas ben...!! :-)

    pengalaman : pernah berbulan-bulan aku berkali2 harus baca bab 1 buku Harafisy-nya NaguibMahmud....bab 1...taruh...bab 1...taruh...gitu terus gara2 pas gak mood....tapi begitu mood, bukunya langsung habis dalam seminggu :-D

    BalasHapus
  62. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.45

    hueheheheh

    kalo alasannya aku kok kurang tahu persisnya ya Rela, tapi kalo di Tiongkok jaman dulu kan banyak tuh, perguruan2 sila ala shaolin...dan menurut cerita, para biksu kan juga kasim...mungkin terbawa dengan budaya ini, nggak tahu juga ya...

    setiap menyimak dunia persilatan dari film atau buku, aku selalu merasa sayang lho, melihat banyak para pendekar yang memilih untuk tidak menikah....sekali lagi, kalo bakat mereka tinggi, kan sayang gennya tuh??? :-D

    BalasHapus
  63. wahida ariffianti25 Maret 2008 pukul 20.46

    wah.....si Arik bener2 pulang ya??? **celingukan**

    :-(

    BalasHapus
  64. ok! kt janjian di perempatan mana ya mbak yang paling deket antara Bandung - Surabaya?...hehehe

    BalasHapus
  65. Oh jadi fiksi toh, kirain buku yang mencoba mengungkap kebenaran sejarah. Tapi boleh juga tuh kayaknya kalo cerita pendekar2 hehehehehehe

    BalasHapus
  66. ngambek mas arik mbak

    BalasHapus
  67. di perempatan moroseneng aja ...
    hihihihihi

    BalasHapus
  68. Mba. digramed ada tidak..???berapa harganya...???tebalnya sama dengan buku-buku gajah mada karangan LKH tidak??lebih banyak cerita silat atau sejarahnya??kalo kaya Kho Ping Ho sih pasti silatnya yang dikedepanin ya?

    BalasHapus
  69. kalo ga salah setebal gajah mada ya mbak...

    BalasHapus
  70. wah, di perpus sini bakal ada ndak ya... *yang gak modal*

    BalasHapus
  71. he he he yang penting penuhi dulu rak bukunya mas ari,
    kalo lagi nganggur atau suntuk terus lihat buku buku berjajar di rak, kok kayaknya adem tentrem ya
    (meski ga dibaca he he he dilihatin aja)

    BalasHapus
  72. dulu ayat pertama yang turun juga 'baca' kan mbak ya (baik yang bermodal maupun yang ga modal, apalagi yang modal modal)

    BalasHapus
  73. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.32

    setengah fiksi setengah fakta sejarah Ven...asik kok :-)

    BalasHapus
  74. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.32

    huhuuuu Ariik...maafkan akuuuuuuuu huhuuuuu :-((

    BalasHapus
  75. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.52

    nang endi iku, Mas?? :-\

    BalasHapus
  76. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.54

    aku belinya di gramedia kok...kalo gak salah 38 ribu, dan bukunya nggak setebal gajah mada, cuman 480 halaman :-)

    antara cerita silat dan sejarah imbang, bahkan lebih terasa falsafah2 jawa yang sangat agung tapi dijabarkan dengan mengalir dan tidak terkesan berat disitu :-)

    BalasHapus
  77. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.55

    ndak mas!! ini lebih tipis kok..

    kalo gajahmada kan setengah buku setengah bantal!! hueheeheh :-D

    BalasHapus
  78. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.56

    aduh, nggak janji juga Rind kalo di malaysia :-D

    kalo memang brminat, saranku sih titip aja kalo ada sodara indo yang mengirim sesuatu kesitu :-)

    BalasHapus
  79. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.57

    halah yo ojok diliatin aja mas....kasian bukune huheheheh :-D

    BalasHapus
  80. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 04.58

    hehe...tapi dipikir-pikir lagi, memang kalo bisa meyewa atau meminjam, kenapa harus susah2 membeli?? ya nggak? :-D

    BalasHapus
  81. bagus, andaikan ada cheng-ho jilid II, sekarang ini, apa yang pertama dia lakukan yo ?

    BalasHapus
  82. hehehehe.... aku datang lagi !

    *cengengesan, segar abis bangun tidur!*

    BalasHapus
  83. Teh Rela,
    Cheng Ho tertangkap dan dikebiri oleh pasukan dinasti Ming pada usia 11 tahun saat Provinsi Yunnan (provinsi terakhir China di bawah kekuasaan dinasti Yuan - Mongol) ditaklukkan. Pada masa itu, pengebirian adalah simbol kemenangan dan unjuk kekuasaan dari penakluk/pemenang perang atas orang/wilayah yang dikuasainya.

    BalasHapus
  84. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 15.42

    weksss jangan lupa gosok gigi dulu sebelum dikau mengebom MP ku :-D

    selamat datang lagiiii!!!! :-D

    BalasHapus
  85. wahida ariffianti26 Maret 2008 pukul 15.44

    oohhh ternyata gitu ya??? *thx Rik for da info**

    uuhhhh mengerikan yaa... itu tandanya yang kalah gak bakalan bisa lagi memiliki keturunan untuk membalas dendam, mungkin gt yaa... **ngeri, untung jaman sekarang udah ga ada yg kaya gini ya** :-S

    BalasHapus
  86. beginilah kalau kuper dan kupernet.. tebask sendiri ya kepanjangannya). ada review bagus begini, ketinggalannnn!! :((
    mau dong aku baca. di gramedia/ karisma ada kan?
    :)
    PS. Kangennnnnn.

    BalasHapus
  87. wahida ariffianti29 Maret 2008 pukul 15.40

    ada, ada! :-D

    PS back : iyoooooooo samaaaaaaa barusan aku pulang dari bertandang ke MP mu dan baru menyadari kalo ketinggalan banyak postingan hiksss jadi kita sama2 ketinggalan (satu sama) :-b

    BalasHapus
  88. alhamdulillah
    samita sudah mendarat di banda aceh dengan selamat tidak kurang suatu apa
    ternyata setelah menyabetkan selendang ke muka raja, samita langsung terbang ke banda aceh
    mencari ketenangan di tanah rencong
    nuwun sanget

    BalasHapus
  89. wahida ariffianti4 April 2008 pukul 23.13

    waaa sudah tamat ya bacanya....hebat hebat.....sama2....hueheheheheh

    aku asli meriang banget sama endingnya itu Mas!!! sangat bikin penasaran!! terutama dengan nasib anaknya... :-(

    BalasHapus
  90. Wah,,,, jadi ngebet pengen segera buku kedua Samita terbit. Terimakasih semua...

    BalasHapus
  91. kapan Mas? ditunggu deh...
    juga lanjutan Pitaloka-nya.

    BalasHapus
  92. wahida ariffianti18 April 2008 pukul 03.47

    **melongo dalam waktu yang lamaaaaaaaaa, ampe ngiler**

    i-i-i-ini b-b-beneran Mas Ta-tasaro sendiri??? :-o~
    waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa **histeris**

    buku kedua Mas!!!! aku penasaran pol sama endingnya, ampe merianggg!!! :-D

    BalasHapus
  93. wahida ariffianti18 April 2008 pukul 03.48

    iya! iya! iya!

    **masih melongo** :-o~
    **dan masih sampe ngiler**

    *met kenal buat Mas Tasaro nya, segera aku invite!!! hueheheeh :-D

    BalasHapus