Minggu, 02 Maret 2008

Curhat, Curhat, Curhaattt!!! :-(((

Ini aku mau curhat! Dengan sangat emosional!

Gara-gara lihat banyak berita bertebaran tentang anak-anak yang mati kelaparan, juga busung lapar, kurang gizi dan sejenisnya itu. Aku sampai tak percaya bahwa itu semua terjadi di Indonesia, dimana katanya nggak ada lautan, yang ada hanya kolam susu. Dimana tongkat dan batu jadi tanaman, dimana rasa gotong royong dan tepo sliro orang timurnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun terkenal seantero dunia sebagai karakteristik masyarakat kita. 

Di suatu kabupaten di NTT, tempat terdapat korban gizi buruk yang meninggal itu, ada rencana membangun Kantor Bupati dengan dana sebanyak 26 Milyar! Astaghfirullah, aku tak tahu bagaimana caranya si Pak Bupati bisa tidur nyenyak dimalam hari.

Di sebuah Kabupaten di Jatim (sekali lagi, ini lingkup kabupaten lho), sebuah parpol menghabiskan dana lebih dari 10 Milyar hanya untuk memesan spanduk kampanye. Hanya spanduk! Belum kaos, belum EO acara2 partai yang selalunya gegap gempita itu, belum pesangon para fungsionarisnya, dan yang lain-lain. Hanya spanduk! 10 Milyar! Hanya untuk sebuah janji yang tak tahu apakah akan tertepati!! 

Astaghfirullah...air mataku sampai tumpah menulis ini... :-((

Masih terus akan terbayang gambar anak-anak yang kelaparan tadi di TV...


Ampuni kami Ya Allah... :-(((

:::::..... 

Gambar dicomot dari berita disini : http://www.careindonesia.or.id/index.asp?lg=id&sb=3&dt=11&id=35

83 komentar:

  1. Biaya "demokrasi" emang mahal. sampai2 rakyat terbengkalai.
    Yang paling pertama diurus memang seharusnya urusan perut...

    BalasHapus
  2. huaa mbak.. ini memang miris. kita bikin sesuatu yuk... bareng2 yuk mb..

    BalasHapus
  3. Speechless... :((

    BalasHapus
  4. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.36

    dan perut semua orang ya Mal, bukan cuma segelintir orang....hiksss

    BalasHapus
  5. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.37

    ayo Gik, kita bisa mulai dengan kampung deket kita, jangan sampai ada anak-anak kecil yang masih kurang gizi... **di surabaya rasanya nggak kurang banyaknya kalo disisir** :-((

    BalasHapus
  6. satu hari saya pernah berdebat panjang dengan seorang teman gara-gara duit 500 perak yang saya berikan buat anak kecil di perempatan jalan, perdebatan itu buntu, tapi sampai sekarang kalau memang lagi ada saya tetap akan melakukan hal itu

    BalasHapus
  7. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.38

    hikss...

    BalasHapus
  8. emang mbak bikin emosi yg melihat... terutama buat kita ibu2 yg punya anak kecil...indonesia ini emang udah gelap mata..jadi kejadian disekelilingnya gak kelihatan apalagi kalo menyangkut urusan kesejahteraan rakyat..wah kayaknya double deh udah gelap tambah pake kacamata hitam tambah butek jadinya...lagian juga percuma khan anak yg kurang gizi dirawat di RS trus dikasih minum susu abis baikan diminta pulang..nah gimana mau bertahan tuh gizi yg di RS kalo di rumahnya ortunya gak mampu buat beli susu karena gak ada kerjaaan...menurut saya sih solusinya kasih orang kerjaan supaya anak dan istri gak terlantar dan ada uang buat beli susu/makanan bergizi...*ikutan emosi tadi pagi lihat berita di good morning

    BalasHapus
  9. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.42

    iya Bli, saya juga paling males kalo ada yang protes dengan pemberian ke anak-anak ini...

    karena memberikan uang seperti itu, sebenarnya bukan hanya untuk mereka, tetapi justru untuk HATI KITA!! Untuk terus mengasah hati kita biar nggak dudul mengeras terhadap setiap keadaan memprihatinkan yang ada didepan mata kita...

    mata kita sudah diberi jodoh dan ijin oleh Tuhan, untuk melihat anak kecil di perempatan, maka hati kita HARUS merespon, HARUS!!! mereka yang memprotes itu, mampukah mereka berbuat lebih dari sekedar memberi??? kalo mampu, BAGUS!!

    BalasHapus
  10. hiks!... ironi...

    BalasHapus
  11. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.45

    saya juga nonton di Good Morning tadi itu Mbak... :-(

    sudah saatnya para parpol MERUBAH bentuk kampanye, jangan cuma ngomong tapi menghabiskan bermilyar-milyar uang!!
    uang 1 M saja, kalo dialokasikan untuk mengentaskan kemiskinan, pasti akan berarti banyak, dan taruhan berapa, mengetahui ini, semua rakyat NGGAK AKAN RAGU untuk memilih itu parpol waktu pemilu nanti!!

    BalasHapus
  12. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.46

    iya mba, ironis dan menyedihkan...!! :-((

    BalasHapus
  13. Astrid Prahitaningtyas2 Maret 2008 pukul 18.48

    uhm... seperti yang dikatakan oleh bulatpenuh, biaya "demokrasi" memang mahal... itu akibat jika para politikus adalah sekedar politikus, bukan merupakan negarawan. mereka (mungkin) hanya bisa berpolitik (itu pun mungkin... karena lebih banyak yang ternyata ngak bisa berpolitik juga sih...), tapi mereka sama sekali ngak ngerti gimana caranya menjalankan negara, padahal negara bisa diakui sebagai negara dengan (salah satunya) memiliki rakyat... tapi kalo rakyatnya dicuekin begitu dan pada akhirnya pada mati, apa ya bisa disebut negara?

    BalasHapus
  14. 10 milyar, 26 milyar..yaaaa robbi..

    BalasHapus
  15. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.54

    sedih ya Trid? :-(

    BalasHapus
  16. "MASIH MAU KORUPSI ????" gak papa sih, tapi nuranimu perlu di reparasi

    BalasHapus
  17. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.55

    bisa kasih makan semua anak-anak yang kurang gizi di Indonesia sampe mereka dewasa itu Dwin..dan terselamatkanlah satu generasi bangsa ini...

    :-(

    BalasHapus
  18. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 18.56

    bukan hanya direparasi mas, kalo perlu diamputasi aja!! **nggregetne**

    **headshotnya sudah kembali ke asal, mas Wok? hehe**

    BalasHapus
  19. AKU USUL...... AYO KUMPULIN TANDATANGAN MENGAJUKAN HUKUMAN MATI BAGI YANG KORUPSI UANG NEGARA DIATAS 25 JUTA.

    BalasHapus
  20. **headshotnya sudah kembali ke asal, mas Wok? hehe**
    mungkin nanti akan ganti lagi biar gak bosen, gimana menurutmu hehehehee

    BalasHapus
  21. Syanti Dewi Erawati2 Maret 2008 pukul 19.10

    Tuh kaannn... duh mana hati nurani mereka yaahhhh 1 M bisa berguna buat ratusan anak-anak yg kurang beruntung tadi malah mungkin ribuannn :((

    BalasHapus
  22. LIHAT Di Blog saya kan yg anak SD di magetan gantung diri karena lapar. Ya Allah ampuni dosa anak itu , kalaupun bunuh diri mungkin dia belum cukup nalar atas laranganmu tentang bunuh diri, yang dia tau betapa penyakit mah yg kronis bisa hilang jika dia bunuh diri, Laknatlah mereka yg korup ya ALLAH...

    BalasHapus
  23. Arie - Bunda Icha Anakku Sayang2 Maret 2008 pukul 19.17

    sedih..sedih..berita yang membuat hati terkoyak, ibu hamil dan anaknya meninggal karena kelaparan..moga tidak akan terjadi lagi..

    BalasHapus
  24. Ibu Ranger Harley2 Maret 2008 pukul 19.24

    mau yang lebih miris lagi?
    *ngambil koran pagi ini*

    paling atas:
    Jaksa Terima Suap Rp 6,1 M

    tengah bawah:
    Korban Kelaparan Dapat Sumbangan Rp 6,25 juta


    semoga yang terima suap bisa bahagia dengan uangnya..
    dan sampai bertemu di kehidupan yang akan datang...! >:(

    BalasHapus
  25. Zawwad Abdurrahman2 Maret 2008 pukul 19.28

    kasus anak-anak gizi buruk di negeri kita hanya satu dari sekian ribu rangkaian lingkaran setan... dari mana kita memutus lingkaran itu, hampir semuanya bingung... apalagi para poliTIKUS yang di kepalanya hanya ambisi kekuasaan...

    *teringat pada khalifah Umar bin Abdul Aziz, yang dalam waktu singkat dapat merubah dirinya dari seorang kaya raya menjadi seorang yang sangat wara... dan kemudian dari kewaraan pribadi dapat mensejahterakan ummatnya... hanya dalam 2 sekian tahun masa kekhalifahannya, rakyat yang berhak menerima zakat berkurang hingga mencapai nol persen!

    segera datang pemimpin idaman!! atau harus kulahirkan dari rahimku sendiri?! semoga...

    BalasHapus
  26. saya usul bagusnya ditaruh untuk hidup bersama dengan ratusan anak-anak yang kelaparan tersebut..

    BalasHapus
  27. saya suka bingung sama para koruptor itu....nuraninya kemana ya...

    daripada menggantungkan harapan sama pemerintah korup yang lebih peduli sama perutnya sendiri daripada perut rakyat, lebih efektif kalo kita-kita yang gerak sendiri...menyumbang bantuan lewat badan yang bisa dipercaya, yang menjamin bisa sampai kepada mereka yang memerlukan...
    ...sebisanya...sekemampuan kitanya masing-masing...

    BalasHapus
  28. .:: Nur Samsi ::.2 Maret 2008 pukul 20.07

    ITULAH INDONESIA !!!

    BalasHapus
  29. Wahida, mulai membantu dari hal-hal kecil yuk, insya Allah udah banyak teman yang seperti ini, saya yakin, iya toh?
    Membiayai adik/anak asuh, derma ke panti asuhan, berderma lewat ATM juga bisa (di BNI misalnya, gapapa ya sebut bank, ada bagian transfer untuk zakat, infaq, shadaqah ke beberapa yayasan yang amanah) jadi ngga ada alasan, ngga sempat, ngga hafal no.rekening yayasan yg dituju dll.

    Gusti Allah ora sare Da, yang menanam keburukan lewat korupsi, akan terlihat nanti, apa yang akan mereka petik, walau mungkin keadilan itu nanti, di hari akhir baru terlihat

    BalasHapus
  30. Ato sudah saatnya rakyat merubah cara memilih parpol? Jangan pilih parpol yang kampanyenya dengan cara ngadain panggung dengan artis2 yang dibayar mahal, apalagi parpol yang sibuk bikin merchandise banyak2, mending pilih parpol yang membuktikan diri telah berhasil mengentaskan kemiskinan terbanyak.

    BalasHapus
  31. biar dipenthung malaikat mbak...
    kata gandhi, bumi akan mampu menampung berapapun jumlah penduduk, dengan syarat tak ada yang rakus
    kata nabi, makanlah ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang
    agar jika masih ada simpanan makanan bisa buat tetangga

    BalasHapus
  32. udah berapa pemilu ya ga ikut nyoblos...

    BalasHapus
  33. liat poto itu,,ya ampuuub,,,sedih banget

    BalasHapus
  34. emberrr...
    palagi perut seorang rakyat yang satu ini *nunjuk diri sendiri* bulet banget.... minta diisiin mie ayam, somay, es teler 77, pizza, nasi liwet dsb.... duuuhhhh lapeeerrrr -_-;;;

    BalasHapus
  35. semoga gw ga ngalamin..... yang versi korupsi dan juga yang versi kelaparan....

    BalasHapus
  36. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.32

    haduh mas....trus mau dikemanain hasil tandatangannya??? tadi aja di koran pagi ada jaksa minta suap 6 Milyar!! **putus asa duluan** :-(

    BalasHapus
  37. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.33

    hallah! pancet wae! :-b hehehe

    BalasHapus
  38. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.34

    bisa-bisa jutaan tuh Teh, kalo dijadiin modal usaha, trus hasilnya diputar lagi untuk kepentingan lapangan pekerjaan orangtua anak2 ini :-)

    BalasHapus
  39. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.35

    iya mas aku juga baca berita itu, aku malah langsung berdoa semoga anak itu belum aqil balik... duh Gusti... :-((

    BalasHapus
  40. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.36

    sedihnya, yang kaya gini masih terus terjadi Mbak Arie...hiksss dan berita tv kan gitu, sekali menyiarkan kurang gizi, akhirnya bermunculanlah banyak kasus serupa dari daerah2 lain...hikss :-((

    BalasHapus
  41. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.37

    oalah Har... :-D

    ada2 aja....semoga di kehidupan yang akan datang, yang terima suap itu ganti peranan, jadi anak yang kelaparan yaa.. **gregetan**

    BalasHapus
  42. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.38

    amiinnnnn amiinnnn kalau perlu harus lahir dari rahim kita semua, amiinnnnnnnn Allahumma aminnnnnn!! :-)

    BalasHapus
  43. Ibu Ranger Harley2 Maret 2008 pukul 21.48

    i'm not talking about reincarnation...

    BalasHapus
  44. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.48

    apanya Pak? tandatangannya?? :-?

    BalasHapus
  45. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.49

    sangat setuju sekali dengan dydy!!! :-)

    BalasHapus
  46. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.50

    so sad but true... :-(

    BalasHapus
  47. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.53

    setuju banget kak! setujuu :-)

    BalasHapus
  48. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.53

    setuju banget kak! setujuu :-)

    BalasHapus
  49. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.56

    runyamnya, parpol2 beginilah justru yang rajin melakukan serangan fajar, Mbak.

    Pagi buta sebelum pemilu, mereka blusukan di kampung miskin, membujuk para tukang becak, kuli bangunan dan pemulung **yang jumlahnya jutaan di indonesia ini** untuk mencolos partai mereka, dengan imbalan amplop berisi 50.000, dan tukang becak mana yang bakalan menolak???? mau nggak nyoblos, mereka juga diancam nggak karuan sama preman parpolnya....oalahh!!!!

    BalasHapus
  50. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 21.58

    Allah Maha Besar ya mas, menyentuh hati kita dengan banyak cara... makanya nggak heran banyak bencana menimpa kita, karena cara yang lembut rupanya udah nggak mempan buat manusia2 yang rakus dan gila tertutup matanya dengan dunia ini... :-(

    BalasHapus
  51. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 22.00

    parpol yang lebih membuktikan baktinya di lapangan bencana dan kemiskinan daripada diatas panggung orasi politik, insyaalloh sudah ada tuh Mas...insyaalloh patut kita dukung **bukan bermaksud kampanye lho, hihihih** :-)

    BalasHapus
  52. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 22.01

    iya Mbak Rosi... :-(

    mungkin karena jauh Mbak Rosi jadi nggak bisa menikmati "suguhan" berita tv lokal, isinya semakin hari semakin mengkhawatirkan Mbak.. :-(

    BalasHapus
  53. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 22.01

    **gubrax**

    Mamal.... :-o

    **bangun dari bawah kursi pelan2 dengan dramatis**

    BalasHapus
  54. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 22.02

    Aminn!!!! dan juga segenap anak cucu kita sampai kapanpun ya Mal!! :-)

    BalasHapus
  55. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 22.02

    abis????

    BalasHapus
  56. Ibu Ranger Harley2 Maret 2008 pukul 22.08

    see you in the afterlife..

    makan tu duit! :/

    BalasHapus
  57. Iyah...iyah...betul...aku udah liat parpol yang dimaksud. Orang-orangnya bagai komunitas cahaya. Subhanallah... Ayo...kita coblos rame-rame *selama kampanye belum dilarang di MP* :D

    BalasHapus
  58. Di sebuah Kabupaten di Jatim (sekali lagi, ini lingkup kabupaten lho), sebuah parpol menghabiskan dana lebih dari 10 Milyar hanya untuk memesan spanduk kampanye. Hanya spanduk! Belum kaos, belum EO acara2 partai yang selalunya gegap gempita itu, belum pesangon para fungsionarisnya, dan yang lain-lain. Hanya spanduk! 10 Milyar! Hanya untuk sebuah janji yang tak tahu apakah akan tertepati!!

    Tepat gak tepat sing penting bisa bancakan, Parpol kan sekarang ruang yang tepat untuk lahan bisnis termasuk didalamnya bisnis korupsi dalam artian korupsi berjamaah....Amiiiiiiiiiinnnnnnnn....

    "Mak.....lapar nih....spanduk bisa dimakan gak mak.....?"
    " tergantung yang makan le, sekarang ini semen, aspal, kayu,besi, termasuk spanduk bisa dimakan kok le" tanyak wakil rakyat yg katanya mewakili kita .

    BalasHapus
  59. Amiiin... :D

    BalasHapus
  60. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 23.12

    whiiiiyyy Har, semoga kita nggak usah ketemu mereka deeehhhhhh **takuuuttt** :-S

    BalasHapus
  61. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 23.15

    hallahhhh Mbak Wiwie....

    wakakakak duduuul **mana kampanyenya di blognya orang lain lagi** :-))))

    BalasHapus
  62. wahida ariffianti2 Maret 2008 pukul 23.16

    fragmennya sangat satir nih mas wok...heh heh heh :-)

    BalasHapus
  63. yahhh...Kehidupan da... sekarang ini yang makan kayu bukan melulu rayap. dan "RAYAP" tidak melulu makan kayu.

    BalasHapus
  64. "Di sebuah Kabupaten di Jatim (sekali lagi, ini lingkup kabupaten lho), sebuah parpol menghabiskan dana lebih dari 10 Milyar hanya untuk memesan spanduk kampanye"

    Dulu hal semacam ini hanya buat guyonan ngisi waktu menjelang buka puasa "Wah aku kalau punya uang semilyar tak beliin dawet, bisa buat berenang, sambil berenang minum dawet" , seperti itu kira kira banyolan sekaligus khayalan masa kecil kita dulu. dulu sebatas khayalan lha kok sekarang jadi kenyataan, bikin spandukl sampai milyaran, "BAHHHH...!" Macam apa pula ini

    BalasHapus
  65. naudzubillah....Ya Allah...
    Mbak, aku smpe mbrebes mili iki liat fotone...sejauh ini, itulah gambaran anak2 pedalaman Indonesia. Nyiris hati memang kalo dlm kenyataan, dana2 bantuan u/ anak2 dgn gizi buruk, sampe mengidap kusta,dll malah ditelan sendiri sm pemerintah...kemana hati nurani nya. Kita penduduk awam mo ksh bantuan jg jd serba salah, nanti kalo ternyata bantuan itu gak bs nyampe ke si penerima. Gmn negara gak maju ya mbak nek wong2 pemerintahe koyok ngono. Sdkt info ttg Inggris, semua anak2 usia 0-16th dokter dan obat2an gratis,khusus bayi smpe 0-1than susu gratis, sekolah gratis smpe setara SMA, penduduk yg homeless diksh rumah ama pemerintah, plus tunjangan bulanan, lowongan kerja jg diutamakan buat org2 single parent atau homeless...kurang apa coba. makane sedih mikirin negara, gak bs omong apa2 mbak. Korupsi dimn2, negara byk utang, so gmn neg kita diomongin yg jelek2 ama neg lain. Aku nek debat sm Paul wis kalah tenan deh mbak, krn dia liat dan ngerasain sendiri gmn dikorupsi,dll. udah ah kedawan iki nulise...
    mwuaahhh
    hugs erat buat Bea ya mbak..gmn udah sembuh?

    BalasHapus
  66. Masyaallah....sampe segitunya mba...???
    bener2 udah pada gelap mata dan nurani...

    BalasHapus
  67. hari ini aku jg ngga bisa lepas dr mengingat anak2 kurang beruntung itu...entah kenapa...mulai dr tiba2 aku ingin puasa..trus..dicegat dan tiba2 aja ikut2an aktivis spore di jalanan buat anak2 kelaparan...eh..pas buka MP ada postinganmu ini jeng...
    hiks..

    BalasHapus
  68. para koruptor dan politikus kapiran itu adalah manusia-manusia yang buta nuraninya dan lupa akan dahsyatnya siksa yang kelak jelas-jelas tak akan sanggup mereka tanggung.

    TFS, touchy !

    BalasHapus
  69. mbaktyas  &nbsp3 Maret 2008 pukul 10.50

    Curhatnya mewakili orang seabreg mbak... :((

    BalasHapus
  70. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.14

    **ikut njogrok guyonan di bulan puasa**
    tapi yo dudul juga mas, berarti dawetnya kan wis bercampur keringat kita sendiri lakan... :-D

    BalasHapus
  71. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.16

    :((
    mosok trus bangsa kita milih gabung dengan Great Britain aja??? koyoke lek saiki, Inggrise sing wis nggak mau menerima kita mbak...kakehan koruptor!! :-(

    Bea udah sehat Tante, terimakasih, berkat doanya.. **hug** :-)

    BalasHapus
  72. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.18

    dudul!

    coba aja kalo nggak ketangkap duluan!!! alasan paling edan yang pernah kutahu!! **mencibir panjang2 untuk Jaksa Urip**

    BalasHapus
  73. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.18

    bikin gregetan ya Teh.... &$()@*#(@*#_

    BalasHapus
  74. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.19

    **hug**

    hikss...Lessy, kita ternyata sehati.... **hug sampe Lessy megap2 gak bisa napas**

    BalasHapus
  75. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.20

    touchy tapi pake tanda seru ya Rik??

    :-))) sama2 !!

    BalasHapus
  76. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.20

    hiyaaaaa.... :-((

    **hug mbak tyas** :-((

    BalasHapus
  77. wahida ariffianti3 Maret 2008 pukul 22.22

    tengoklah anak-anak ini Bapak-Bapak... :-(((

    BalasHapus
  78. mbaktyas  &nbsp3 Maret 2008 pukul 23.01

    Wah reply nya mbak zubia ini bisa satu blog sendiri :))
    gileeeee... Cukong lu lawaaannnn... Hik hik

    BalasHapus
  79. wahida ariffianti4 Maret 2008 pukul 03.58

    huahahahaah
    bisaaaa aja... :-D

    BalasHapus
  80. sedih yah mbak.

    BalasHapus
  81. wahida ariffianti4 Maret 2008 pukul 22.13

    banget La... :-(

    BalasHapus